Saturday, 26 October 2013

aku tidak takut


Terimakasih, Tuhan.
Dalam diam malam ini, berjuta syukur ku haturkan padamu. Atas nikmat yang selalu kau berikan. Saat kusadari atau mungkin terlambat kusadari, nikmat itu selalu ada. Dalam setiap peristiwa, dalam setiap cerita, dalam setiap tangis dan tawa. Terimakasih, Tuhan.

Tak banyak yang ingin kukisahkan. Hanya sedikit bagian dari perbincangan di twitter malam ini.
Beberapa bulan yang lalu, aku mneghandle sebuah event. Himatitan Great Event, namanya. Acara yang sangat bergengsi untuk seluruh warga himpunan. Jika 20 tahun hidupku ini dibubukan, mungkin event ini mengambil posi sebanyak 40% halaman dalam buku itu.

Minim pengalaman.
Mungkin itulah yang menjadi salah satu penghalang terbesarku dalam event ini.

Keras Kepala
Mungkin itulah sifatku yang menjadi factor utama hingga membuat seluruh elemen dari event ini, bekerja terlalu keras.

Rasa bersalah
Itu yang selalu menghantuiku hingga detik ini. Ya, rasa bersalah telah membuat banyak orang berkorban karena kekeraskepalaanku. Rasa bersalah yang membuat aku merasa jauh dari mereka yang dulu mengayomiku. Rasa bersalah yang mungkin tidak patut aku larut terus-menerus di dalamnya.

Awalnya aku takut
Jujur, aku takut. Setelah event itu selesai. Aku takut, mereka (adik-adikku) kemudian merasa kapok untuk kembali bergabung di tahun berikutnya karena terlalu banyak berkorban sebelumnya. Aku takut, mereka meninggalkan event tersebut, hingga tak ada yang memimpin lagi. Aku takut.

Tapi kini, tidak lagi
Aku melihat kerinduan ditengah-tengah kesibukan mereka dengan event lain. Aku menyaksikan komitmen-komitmen mereka disamping komitmen lain yang harus mereka jalankan. Aku merasakan kekuatan rindu itu menjelma menjadi sebuah motivasi bagi mereka hingga statement ini muncul :
“Serahkan semua pada kami, kak”
Bagaimana tidak aku terenyuh, kawan. Bagaimana aku tidak lega. Bagaimana aku tidak khawatir lagi?

Maaf adik-adikku
Aku percaya, pada kalian. Terimakasih telah mengajarkanku arti kecintaan, arti kerinduan, arti kesederhanaan dibalik semua pengorbanan yang kalian beri.
Mungkin aku bukan orang yang cerdik untuk berstrategi dalam mendevelop diri. Namun, satu hal yang sangat yang kuyakini, ”Totalitas membuatmu kerja keras, Komitmen membuatmu kerja cerdas”. Walaupun aku terlambat menyadari bahwa kerja keras kita dulu ternyata begitu membekas, meskipun aku terlambat mengetahui bahwa kalian ikhlas menjalaninya, meskipun cemoohan orang masih terus berputar dikepalaku, di atas semua meskipun, di atas semua walaupun, aku ingin menanamkan 1 hal pada kalian, “Cintai Himatitan Great Event, bekerjalah untuk himpunan, mengabdilah untuk kepanitiaan”. 

Lakukan yang terbaik untuk Himatitan.


With love,
Your sister

Dwi Febrilia A.R

Saturday, 12 October 2013

secangkir kopi, hangatkan persahabatan



Café.
Warung kopi.
Tahun 2011, awal mula kita saling mengenal. 11 orang dari 3 jurusan yang berbeda. Badan eksekutif mahasiswa fakultas teknologi pertanian universitas brawijaya-lah pangkal dari perkenalan kita :)

                Hai, FUG!
                Ingatkah pertama kali kita berkumpul bersama? Kopi aceh, jalan soekarno hatta.
                Hai, FUG!
                Ingatkah topic pertama perbincangan kita? Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus
                Hai, FUG!
                Ingatkah tanggal berapa kita liburan bersama? Tanya kikit. Aku yakin dia ingat
                Hai, FUG!
                Ingatkah siapa pencetus sebutan FUG? Mas gembul.
                Hai, FUG!
                Aku kangen

                Ini tahun ke-3 kita berjalan bersama. Masihkah kita satu visi? Hahha. Apa itu visi? Persahabatan tidak mengenal visi! Iya, kan? Kalian, mengambil sebagian tempat dalam hatiku. Kalian itu, menginspirasi. Sadar, ngga? Aku mengagumi kalian satu-per-satu.
                Hai, Tir! Aku mengagumi caramu beropini.
                Hai, Yus! Aku mengagumi komitmenmu.
Hai, Tis! Aku mengagumi keteguhan sikapmu.
                Hai, Mik! Aku mengagumi kemampuan bicaramu.
                Hai, Pic! Aku mengagumi kedewasaan dan kebijaksanaanmu.
                Hai, Cil! Aku mengagumi kesederhanaan cara berfikirmu.
                Hai, Syad! Aku mengagumi keikhlasanmu.
Hai, Wind! Aku mengagumi keuletanmu.
                Hai, Kit! Aku mengagumi caramu memahami masalah, selalu melihat segi positif yang ada.
                Hai, FUG! Aku menyayangi kalian :)

                Entah. Baru kali ini aku menemukan arti persahabatan yang berujung keluarga. Kalian, menginspirasi. Lebih dari aku kagum pada Lampard, mungkin. Aku suka saat melihat kalian mulai meneguk kopi, lalu berpendapat. Aku suka mendengar kalian berpendapat. Aku suka melihat cara kalian bersikap. Aku suka diam-diam memperhatikan cara kalian mengambil keputusan. Aku suka berada di tengah-tengah kalian.
                Mungkin nanti kita akan hidup masing-masing, mungkin esok saat kita wisuda, mungkin nanti saat semua sudah berpasangan, kita akan jarang sekali bertemu, berbagi cerita, menghangatkan, menguatkan, menenangkan. Benar, bukan? :)
                Mungkin aku hanya berpesan, ingatlah aku dalam setiap secangkir kopimu. Ingatlah semua yang telah kita hadapi, ingatlah semua yang membuat kita bersama, ingatlah 11 orang ini :)
                Ingatlah, bahwa  secangkir kopi, hangatkan persahabatan.







Tuesday, 8 October 2013

Tempuhlah jenjang usiamu berikutnya, Kakak!


Kurang lebih sewindu yang lalu, pertama kalinya aku mengucapkan padamu, kak
Kurang lebih 3jenjang pendidikan kita saling mengenal, kak
Mungkin ini kali kedelapan atau mungkin kesembilan 8 Oktober yang terlewatkan
Mungkin kamu sudah bosan melewati hari spesialmu bersama adikmu ini
Aku masih ingat ajakanmu pertama kali untuk menonton basket, olahraga favoritmu yang kau mainkan
Gor Kaliwates, Final JBL tingkat SMP. SMPN 1 vs SMPN 2. Dresscode putih. Benar, ngga?
Aku masih sangat ingat makanan yang pasti kamu minta kubawakan, saat kamu bertanding kak, sari roti coklat plus pocari sweat. Ya, kan?
Aku juga masih ingat berbagai gossip dan omongan orang tentang kita
Disangkanya kita jadian
Disangkanya kita pacaran
Disangkanya kita ada hubungan
Nyatanya kita sahabatan
Haha, lucu ngga kak? Coba review deh. Semua hal yang kita lewati.
Oke, kak. Ini suratku buat kamu…
Hai, Kak! Hai, Dzulfikar Hendra Firmansyah J
21 tahun sudah kamu bernafas, bersyukurlah kak. Karena sekecil apapun kadar oksigen yang kamu hirup, Tuhan tetap bersamamu, karena kita hanyalah makhluk aerob yang bergantung pada oksigen. Jadi, diusiamu yang ke 21 ini, aku harap kamu bisa mensyukuri sekecil apapun kadar oksigen yang kau hirup.
21 tahun lamanya kamu hidup bersama perempuan paling cantik dan paling kau sayang. Kalau ngga salah, kamu menyebutnya “Mama”. Bersyukurlah, kak. Kamu masih bersamanya, kamu masih bisa membuatnya tersenyum. Kamu masih bisa melihat binary matanya saat kamu pulang. Bersyukurlah kak. Doa Mama masih selalu melindungimu, bersyukurlah J
Kak, kangen caca ngga? J
Aku kangen caca. Terakhir ketemu caca, mungkin 2 taun yang lalu. Sampaikan ya sama caca, aku kangen dia. Heheh. Bersyukurlah kak, kamu punya caca. Ponakan terlucu sejagat raya. Hai, caca. Tante kangen J
                Kak, masih ngerjain proyek?
                Bersyukurlah kak, kamu punya tempat belajar. Diluar sana ada orang yang mencari-cari proyek. Dan kamu sudah melakukan beberapa. Bersyukurlah kak.
                Kak, masih sama pacar kan?
                Ini yang harus sangat kamu syukuri. Lihat, betapa sabar dia menghadapi kamu. Menghadapi sikap dinginmu yang aku pun kadang tidak tau ritmenya bagaimana. Menghadapi kerasnya sikapmu yang susah terbendung. Bersyukurlah kamu, kak J
                Kak, masih sulit bersyukur?
                Aku harap diusiamu yang 21 ini, kamu sudah menyadari bahwa banyak hal yang patutnya kamu syukuri dan kamu pertahankan sebagai wujud rasa syukurmu. Semoga kamu selalu bisa bersyukur di setiap keadaan yang menimpamu.
Hanya itu harapan besarku, disamping harapan-harapan standar lainnya yang sudah kusampaikan.
Tempuhlah jenjang usiamu berikutnya, Kakak!

Your sister,
Difar 
 
 
Copyright © que sera sera
Blogger Theme by BloggerThemes Design by Diovo.com