Hujan, dan aku
mengkhawatirkanmu...
Selamat malam, pejuang…
Sedang dimana kamu? Sudah larut malam, diluar hujan. Sudahkah
kamu di rumah? Beristirahat dan mengisi perutmu?
Hari ini kamu mengagumkan. Begitu tenang, rileks dan santai.
Bagaimana rasanya siang tadi? Menggetarkan jiwa, bukan?
Kamu mempesona ya. Rendah hati. Low profile.
Bagaimana gusimu? Masih bengkak? Ah. Mudah-mudahan sudah
membaik ya.
Kamu di luar dugaan. Selalu di luar dugaan. Selalu memberi
kejutan. Aku percaya, kamu akan memaknainya sendiri. Seluruh usaha dan niat
baikmu ini.
Sudah sampai rumah?
Istirahatlah. Teguklah secangkir cokelat panas. Rawatlah dirimu.
Sederet kegiatan yang menunggu kehadiranmu sudah antre di catatan itu. Hargai jiwamu.
Berilah dia sedikit waktu untuk sekedar menghirup udara segar tanpa beban
disana. Bangkitkan semangatmu. Ingatlah, wajah harapan mereka semua sekarang
tertumpu padamu. Wajah yang sama sepertimu setahun lalu, berharap pada lelaki
buncit panutanku.
Ah, aku terlalu mengkhawatirkanmu ya? Padahal kamu pejuang. Padahal
kamu pemimpin. Padahal kamu jauh lebih baik dariku. Harusnya aku tidak
sekhawatir ini. Haha.
Selamat malam, pejuang. Perjuanganmu akan membuahkan
kemenangan.
Semangat berjuang, sayang :)