-inspired
by Lala Karmela-
jangan berakhir aku tak ingin berakhir…
perlahan alunan syair lagu yang
menyayat ini terngiang di telinga, memutar memori yang tak mungkin kembali,
walau hanya dalam satu jam.
satu jam saja ku ingin diam berdua mengenang yang pernah ada…
pertanyaan yang tebesit, ‘bisakah?’
ada pesimis yang menjatuhkan, namun ada rindu yang menguatkan. ‘bisakah?’ ada
ketidakmungkinan yang menggagalkan, namun ada keinginan yang membangkitkan.
jangan
berakhir karna esok takkan lagi...
di seberang sana, Lala Karmela
mendayu dayu. semakin membuat suasana malam yang hening menjadi lebih sendu,
biru.
satu jam saja hingga ku rasa bahagia mengakhiri segalanya…
adakah waktu yang bisa kita
lewati bersama (lagi)? untuk (mungkin) mengakhiri (lagi) apa yang seharusnya
(telah) berakhir. rasa, peduli, pilu, atau bahkan hanya sekedar curi pandangan.
tapi
kini tak mungkin lagi,
katamu semua sudah tak berarti,
satu jam saja itu pun tak mungkin,
tak mungkin lagi,
katamu semua sudah tak berarti,
satu jam saja itu pun tak mungkin,
tak mungkin lagi,
tiba-tiba teringat saat itu,
suara air, udara dingin, ucapan lembut. sempurna. sempurna untuk mengakhiri
kebahagiaan yang fana. sempurna untuk mengucapkan selamat tinggal pada
ketidakmungkinan yang diusahakan. sempurna, untuk mengatakan untuk apa
berlama-lama menyatukan hal yang berbeda? rekaman ingatan yang sempurna
berputar di otakku, bagaikan dongeng rutin pengantar tidur, dan terhenti saat
aku kelelahan, dan terlelap.
jangan berakhir ku ingin sebentar lagi, satu jam saja izinkan
aku merasa, rasa itu pernah ada…
inilah keterbatasanku. aku masih
terus berharap ada perpanjangan waktu walau nyatanya pertandingan dinyatakan
usai. kekalahan telak bagi rasa kita, dan kemenangan besar bagi perbedaan yang
menaunginya. mungkin aku masih sangat butuh waktu, hanya untuk hal sederhana
yang kita lewati, bersama. mungkin aku hanya butuh tempat untuk menceritakan
hal bodoh dan hal aneh yang aku lakukan seperti ‘hei, pa. aku pengen rujak,
pengen pisang goreng keju, pengen bakso, pengen kulineraaan!’ atau mungkin aku
hanya butuh tempat untuk memberitaukan kemajuan kecil yang sesungguhnya tidak
perlu dibesar-besarkan seperti ‘hei, pa. sekarang kalo keluar malem, resleting
jaketku selalu aku pasang lo’. itu saja, hanya itu.
jangan berakhir karna esok takkan lagi
satu jam saja hingga ku rasa bahagia
mengakhiri segalanya
satu jam saja hingga ku rasa bahagia
mengakhiri segalanya
tapi
kini tak mungkin lagi
katamu semua sudah tak berarti
satu jam saja itu pun tak mungkin
tak mungkin lagi
katamu semua sudah tak berarti
satu jam saja itu pun tak mungkin
tak mungkin lagi
jangan
berakhir ku ingin sebentar lagi
satu jam saja izinkan aku merasa
rasa itu pernah ada
izinkan aku merasa rasa itu pernah ada…………
satu jam saja izinkan aku merasa
rasa itu pernah ada
izinkan aku merasa rasa itu pernah ada…………
mudah-mudahan kau selalu dalam
keadaan baik. aamiin.
(Tuhan, doaku sampai, kan?)
(Tuhan, doaku sampai, kan?)
good bye, sunshine.