Saturday, 31 January 2015

yang tertahan

Kamu hanya perlu menerima. Menolak, menyangkal cuma bikin kamu lelah – Dee

                Ada sesuatu yang tertahan. Ada rasa yang tak terucap. Bukan karena tidak ada keberanian untuk menyampaikan. Bukan karena aku takut untuk mengungkapkan. Tapi…
Ah… sudahlah…
Mungkin aku saja yang kekanak-kanakan
Mungkin aku saja yang berharap berlebihan
Mungkin aku saja yang tak tau diri
Mungkin aku saja yang terlalu khawatir tak karuan
Atau mungkin…
Aku hanya ingin waktumu?
                Belakangan ini, kau tampak sibuk. Belakangan ini kau terlihat banyak kegiatan. Belakangan ini, waktu kita untuk bersama sepertinya kurang. Namun dibalik semua itu kau mengajarkanku tentang kesabaran, dibalik semua itu ada pelajaran untuk menerima kenyataan, dibalik semua itu kau memberi makna yang dalam tentang quality time, dibalik semua keacuhanmu, aku menangkap kasih yang setia, kasih yang mulia.
                Untuk kamu, yang aku tau sudah tidak lagi berjalan beriringan denganku
                Untuk kamu, yang pergi usai usap air mataku
                Untuk kamu, yang kini perlahan ku relakan…
                Inilah kalimat yang tertahan waktu itu….

“all I want is ten minutes of your time. Ten minutes to come to an understanding – Haruki ”


                

Friday, 30 January 2015

Menjadi yang pertama





Banyak yang bilang, “i dont wanna be the first. But i wanna be the last. Because the last means  forever”, tapi buatku, terimakasih untuk menjadikanku yang pertama, maka kita buat yang pertama menjadi selamanya : )
Empat tahun yang lalu, kita saling mengenal. Pertemuan pertama kita memang tidak istimewa. Namun, pertemuan pertama kita cukup pantas untuk diingat. Tubuhmu yang mungil, dengan rambut yang (pada saat itu) panjang, dengan baju pink dan wajah ceria. First impression kamu ceria!
 Empat tahun ini kita tidak tiap hari bersama, tetapi empat tahun ini kamu telah menjadi teman yang luar biasa. Kamu, teman pertama. Kamu, teman perjalanan yang menyenangkan. kamu, teman bergaul yang tidak ada matinya. Kamu, teman makan yang asik. Kamu, teman bercanda yang luar biasa. Kamu, teman yang memotivasi. Kamu, teman yang selalu tampil apa adanya.
Sebelum kelak kita berpisah, sebelum kelak kita jarang berjumpa, sebelum kelak kita tidak bertemu dalam jangka waktu yang lama, aku ingin mengucapkan terimakasih.
Terimakasih telah menjadi teman yang pertama di tanah rantauan ini
Terimakasih telah mau berbagi
Terimakasih telah menghibur dengan segala kekonyolan
Terimakasih telah mengajarkan untuk selalu apa adanya
Terimakasih telah menjadi sahabat yang terbaik : )
Dear you, @enggardyningtys : )
*p.s i know your black mail hihi :*
Banyak yang bilang, “i dont wanna be the first. But i wanna be the last. Because the last means forever.” Tapi buatku, terimakasih untuk menjadikanku yang pertama, maka kita buat yang pertama menjadi selamanya : )
i love you so much @enggardyningtys :*



 
 
Copyright © que sera sera
Blogger Theme by BloggerThemes Design by Diovo.com