Wednesday, 4 December 2013

hello, ci :)

Jadi, sebenernya tadi nanyain kamu dimana cuma mau kasih ini.... 
Karena kamu lagi engga enak badan yasudah via blog aja yaaa ci :)
happy birthday, ci. i love you 

bersua dengan ketiadaan


Selamat malam, ketiadaan.
Malam ini, kita kembali bersua. Katamu, kita sudah lama tidak berbicara. Benar, tidak hanya kamu yang merasa begitu, aku pun juga merasa begitu. Kau tanyakan waktu longgarku, sedikit tertarik sudut-sudut bibirku, tapi tersadar aku tak boleh berekspektasi lebih. Demi aku, demi kalian. Aku sadar kau tak butuh klarifikasi tentang kita yang tidak bicara dalam beberapa waktu. Tapi, aku hanya ingin menulisnya disini, ketiadaan. Supaya semua yang telah berekspektasi buruk terhadapku tidak serta merta menghakimi dengan opini yang terbentuk oleh publik J
Aku sengaja tidak terlibat di sisi manapun, karena aku ingin menghentikan paradigma orang yang selalu mengarah bahwa aku mendukung 1 pihak yang kau tau itu siapa. Aku sengaja mengasingkan diri sejenak, untuk diam dan berpikir apa yang baik dan tidak baik untuk kalian untuk kita untukku untuk mereka. Aku berusaha mencari jalan keluar sampai pada saat ini aku hampir mneyimpulkan bahwa kau, aku, mereka dan kalian semua adalah individu-individu yang sama-sama memiliki batas, ego, dan cara yang unik. Hanya dari aku, kamu, mereka dan kalian yang tidak semuanya mampu menerima batas, ego dan cara yang dimiliki orang lain sehingga muncullah paradigm-paradigma yang hanyalah kata lain dari prasangka buruk.
Aku lelah berprasangka, jujur saja ku katakan. Bahkan orang special nomor 1 ku tahun 2012 sampai turun tangan dan menghina ku, aku tetap saja lelah untuk berprasangka. Bahkan mereka menyindirku mati-matian pun aku tetap diam saja. Mungkin ada yang belum aku ceritakan kepadamu, ketiadaan. Kemarin mereka sempat menawariku singgasana, megah, dan terpandang. Aku enggan. Aku tak tergiur. Aku tak memiliki nafs (nafsu) untuk menududukinya. Aku hanyalah aku, dengan pemikiran yang tak semua orang mengerti bahkan tak semua ku mengerti pemikiranku itu. Haha. Rumit ya, ketiadaan. Mungkin mereka pikir aku akan mengikuti jalan yang mereka buka. Mereka pinta lakukan atas nama orang banyak, atas nama mereka. Apakah mereka cukup mewakili “mereka yang sesungguhnya”?
Hai, ketiadaan. Entah ini keberapa kalinya aku harus mengakui bahwa aku menyetujui Fahd DJibran. Dia bilang, bahwa hidup tidak ditentukan dari pilihan orang banyak kan? Hidup tidak ditentukan oleh keramaian. Dan aku membuktikannya. Hidupku, aku lah yang menentukan. Di samping takdir yang digariskan olehNya. Biarkan sejenak aku merasa terasing, karena terkadang di tengah keramaian kita lupa jati diri, kita terlalu hektik dengan hiruk pikuk, hingga pada waktu yang tepat aku akan kembali, pada kalian, pada mereka, mengabdikan diriku padaNya.
Maafkan aku, ketiadaan. Jika aku menyita waktumu. Jika aku kemudian membuatmu merasa terganggu. Aku harap, aku bertemu denganmu, saling bertukar cerita tentang bahagiamu, lalu aku pasti akan tertawa lega, melihatmu bahagia. Terimakasih telah menyampaikan padaku bahwa kau merasa sudah lama tak berbincang denganku. Dengan begitu, aku tau bahwa kau adalah ketiadaan yang ada. 

Wednesday, 27 November 2013

sederhana - happy birthday, fatma!


Percayalah, kesedihan adalah hadiah agar pada saatnya kita dihibur dengan cara paling membahagiakan – Fahd Djibran
Ringan, yang kita perbincangkan. Hangat, suasana yang tercipta. Membawa kebahagiaan. Terkadang Tuhan memang mengantarkan kita pada rasa syukur dengan cara yang tidak sepenuhnya kita pahami. Mungkin saja, dalam satu hari kita akan mengalami kejadian dengan suasana yang berbeda-beda. Hingga di penghujung hari kita akan dapat menyimpulkan tentang apa yang ingin Tuhan ajarkan pada kita. Sederhana. Tuhan ingin kita menyadari hal sederhana yang dapat kau syukuri hasilnya yang dapat kau hargai perjuangan untuk mendapatkannya.
Semangkuk bakso yang nikmat menghantarkan pada keakraban. Segelas cokelat panas menyimpan kesan membahagiakan. Mungkin sepatutnya manusia bersyukur. Tuhan menciptakan kakao di muka bumi, hingga dapat kau nikmati bahan penyegarnya, membangkitkan gairah hidup, membangkitkan syaraf-syaraf kebahagiaan. Kalaupun aku ingin berterimakasih padaMu, cukupkah dengan kubuat mereka tertawa bahagia, Tuhan? Haruskah aku mengucap secara lisan bila perbuatan jauh lebih mengesankan?
Terimakasih. Terimakasih untuk hari ini, Tuhan J
Tersadar aku akan kebahagiaan dari kesederhanaan, kebersamaan, dan ketulusan dibalik segala peristiwa, dibalik segala ego, dibalik segala kemunafikan yang ada di dunia ini.
Selamat ulang tahun, Fatma Kurniawati. Happy 21st ya, dear! Dibalik semua kesederhanaan perayaan ulang tahunmu, tangkaplah kasih kami kepadamu. Semua keinginan dan harapanmu, aku dan kita semua yang mengamini. Berbahagialah! J
-dwi febrilia ar, puti fathima adinta, cikal marhaen-

Wednesday, 6 November 2013

jatuh cinta pada lautMu


i'll always fallen for you, beach!
kepenatan, amarah, suntuk, enyahlah dari muka bumi!

bagaimana cata Tuhan menunjukkan cintaNya pada umat manusia? kalau bukan lewat sejuknya alam, lewat senyum yang tertoreh di bibir orang-orang yang kita sayangi, kalau bukan melalui sapaan hangat adik-adik kecil yang selalu bersemangat atau melalui pelukan hangat ayah ibu kakak
ah.
aku tau Tuhan sayang padaku. aku tau Tuhan mencintaiku. aku tau itu.
alam membuktikannya! siapa yang tak bahagia melihat indahnya kejaran ombak? atau hamparan pasir pantai yang bersih sepanjang jangkauan mata? siapa tak bahagia?
rasa syukur ini... terasa bagai tetesan embun dalam hati... mampu membuatku masih tersenyum hingga saat ini. 
warna air laut yang hijau kebiru-biruan, pecahnya ombak di bibir pantai dan ceria tawa bersama mereka, ah. aku jatuh cinta pada lautMu Tuhan.
bagaimana aku tak bahagia, Tuhan..........................
ciptaanMu begitu luar biasa. 
ombak yang tidak pernah mengkhianati pantai. begitu aku menyebut kesetiaan ombak, yang selalu berakhir pada pantai. karang yang kuat menahan rasa cinta ombak pada pantai, hingga terus menerus tergerus, pasir yang selalu bersedia menjadi tempat bertelurnya penyu-penyu, kepiting dan makhluk renik lainnya, hingga algae yang juga hiasi lautmu...
ah.
suara tawa mereka ya Tuhan. jarang sekali kudengar akhir-akhir ini. suara tawa yang begitu lepas. hingga terus menggema di telingaku. sisipan rasa bahagia ini, semoga bisa menjadi penyemangatku beberapa bulan ke depan, ya Tuhan.
gonna miss this laugh
terimakasih atas waktu yang kau beri padaku. untuk menikmati cintaMu, untuk menggenapkan imanku, padaMu. jaga semua ini Tuhan. aku selalu jatuh cinta pada laut berkali-kali, berlarut-larut, beri aku kesempatan lagi untuk menjadi saksi kebesaranmu, dalam Islam :)
i love you, beach.


jatuh hati pada laut

best friends ever!

peluk kebahgaiaan ini Tuhan :)
see you, in another beach :) 



-goa cina beach, 4th november 2013-

Tuesday, 5 November 2013

random

aku tak pernah menghafal lekuk jemari seseorang
tapi kamu...
aku tak pernah serasa begitu mudahnya membiarkan tangan kecilku digandeng
tapi kamu...
aku tak pernah memperhatikan kuku orang lain
tapi kamu...
aku tak pernah semudah itu menemukan celah diantara jemari orang lain
tapi kamu...

celah antara jemarimu seakan memang diciptakan sesuai ukuran jari-jariku
yang kecil, kurus, panjang...
celah atara jemarimu serasa fit untukku pas sekali
nyaman, tak terlalu sempit, ataupun longgar
celah antara jemarimu seolah memang sebuah jarak yang diciptakan untuk mempersatukan kita
menyatukan dua insan untuk saling menggenapkan

Dear, you...
i love you

Secretary of Juliet: Untuk kamu

Secretary of Juliet: Untuk kamu

Saturday, 2 November 2013

conversation


Kamu pernah mikir tentang masa depan, nggak? Tanyamu padaku
Masa depan yang mana dulu? Masa depanku? Jawabku seadanya
Masa depan hubungan kita. Begitu katamu
……….
Kamu tau kan kita beda? Pertanyaan telak bagiku
Iya, tau. Pendek, jawabku
Hubungan kita nggak punya masa depan. Aku terdiam, tersenyum, menahan tanyaku
……….
Kamu pasti tau kan alasannya? Iya, aku tau pasti semua ujung-ujungnya bilang kalau “aku butuh imam” dan aku ngga bisa jadi imam, aku tau ujung-ujungnya pasti sama
Aku suka kamu realistis.
Tapi, aku nggak mau kamu ninggalin aku. Lanjutmu
……….. ( Let God leads us, pa  )
The end.

Apakah kau masih akan berkata. Kudengar derap jantungmu. Kita begitu berbeda dalam semua kecuali dalam cinta – Soe Hok Gie

Are you the chosen one?


Sebelumnya, beri kesempatan aku berdoa. Sebelum kita benar-benar tidak lagi saling menemani, “Semoga kelak, di kehidupan selanjutnya, aku melihatmu berbahagia, kita di tempat yang sama, yang penuh nyanyian, yang penuh kedamaian”

     Aku mengagumimu, tanpa tanda baca. Tanpa titik, koma, tanda seru ataupun tanda tanya. Ketika aku meng-iya-kan teori bahwa bahagia itu sederhana, pembuktiannya ada padamu. Ada pada kebiasaanmu padaku, ada pada uluran tanganmu, ada pada senyummu. Begitu pun ketika aku meng-iya-kan bahwa bahagia tidak semudah membalik telapak tangan, pembuktiannya juga ada padamu. Ada pada amarahmu, ada pada ketidakpedulianmu, ada pada keacuhanmu.
     
     Kalau ftv menampilkan cerita tentang love at the first sight, kisah kita kusebut click at the first invitation. Terlalu panjang jika semuanya kutuliskan. Yang mungkin bisa kuceritakan adalah rasa yang terlebih tak dapat dideskripsikan hanya melalui rangkaian kata. Rasaku padamu. Rasamu padaku. Rasa kita berdua.

     Tak dapat dilogika, bahwa dua manusia yang tercipta berbeda, kemudian saling berjumpa, dan saling mengasihi. Aku mengagumimu dengan kadar yang cukup. Cukup untuk selalu bersyukur, cukup untuk selalu berbahagia, cukup untuk selalu berbagi, dan cukup untuk selalu berdoa untuk ku, untuk mu, untuk kita, dan semua orang yang kita kasihi.

     Mengenalmu bukan hal yang kuanggap luar biasa. Tapi lebih mengenalimu, mengetahui lebih jauh tentang dirimu, dan membiarkanmu memperlakukanku seperti yang kamu inginkan adalah hal yang lebih dari sekedar luar biasa. Bahkan, seolah aku berada dalam sebuah alur cerita yang maju-mundur. Hingga aku merasa bahwa kita telah saling mengenal satu sama lain sejak dulu, jauh sebelum kita bertemu. Padahal, yang kubilang sejak dulu itu adalah mimpiku. Ya, sama seperti mimpiku waktu itu. Kita berdua di dapur, aku menyiapkan makan malam untukmu dan kau memelukku dari belakang, manja. Persis. Sama persis seperti mimpi itu. Are you the chosen one?

     Terlalu banyak hal sederhana yang memikat. Memikat erat kekagumanku padamu pada tali yang saling menyambungkan kita. Tentang perbedaan? Aku tak punya jawaban. Bahkan aku tak berniat menerka masa depan. Menebak-nebak apa yang akan terjadi pada kita berdua, kelak. Meramal masa depan hubungan kita. Ah, aku tak berniat demikian. Selama kita masih dapat saling menguatkan, membahagiakan, mengingatkan, apakah sebuah kesalahan jika kita terus bergandengan?

Sekali lagi, aku mengagumimu tanpa tanda baca. Semoga kita akan terus berada dalam lindungan-Nya.


Untuk siapapun yang memiliki rasa, pada dia yang berbeda - Aq

Saturday, 26 October 2013

aku tidak takut


Terimakasih, Tuhan.
Dalam diam malam ini, berjuta syukur ku haturkan padamu. Atas nikmat yang selalu kau berikan. Saat kusadari atau mungkin terlambat kusadari, nikmat itu selalu ada. Dalam setiap peristiwa, dalam setiap cerita, dalam setiap tangis dan tawa. Terimakasih, Tuhan.

Tak banyak yang ingin kukisahkan. Hanya sedikit bagian dari perbincangan di twitter malam ini.
Beberapa bulan yang lalu, aku mneghandle sebuah event. Himatitan Great Event, namanya. Acara yang sangat bergengsi untuk seluruh warga himpunan. Jika 20 tahun hidupku ini dibubukan, mungkin event ini mengambil posi sebanyak 40% halaman dalam buku itu.

Minim pengalaman.
Mungkin itulah yang menjadi salah satu penghalang terbesarku dalam event ini.

Keras Kepala
Mungkin itulah sifatku yang menjadi factor utama hingga membuat seluruh elemen dari event ini, bekerja terlalu keras.

Rasa bersalah
Itu yang selalu menghantuiku hingga detik ini. Ya, rasa bersalah telah membuat banyak orang berkorban karena kekeraskepalaanku. Rasa bersalah yang membuat aku merasa jauh dari mereka yang dulu mengayomiku. Rasa bersalah yang mungkin tidak patut aku larut terus-menerus di dalamnya.

Awalnya aku takut
Jujur, aku takut. Setelah event itu selesai. Aku takut, mereka (adik-adikku) kemudian merasa kapok untuk kembali bergabung di tahun berikutnya karena terlalu banyak berkorban sebelumnya. Aku takut, mereka meninggalkan event tersebut, hingga tak ada yang memimpin lagi. Aku takut.

Tapi kini, tidak lagi
Aku melihat kerinduan ditengah-tengah kesibukan mereka dengan event lain. Aku menyaksikan komitmen-komitmen mereka disamping komitmen lain yang harus mereka jalankan. Aku merasakan kekuatan rindu itu menjelma menjadi sebuah motivasi bagi mereka hingga statement ini muncul :
“Serahkan semua pada kami, kak”
Bagaimana tidak aku terenyuh, kawan. Bagaimana aku tidak lega. Bagaimana aku tidak khawatir lagi?

Maaf adik-adikku
Aku percaya, pada kalian. Terimakasih telah mengajarkanku arti kecintaan, arti kerinduan, arti kesederhanaan dibalik semua pengorbanan yang kalian beri.
Mungkin aku bukan orang yang cerdik untuk berstrategi dalam mendevelop diri. Namun, satu hal yang sangat yang kuyakini, ”Totalitas membuatmu kerja keras, Komitmen membuatmu kerja cerdas”. Walaupun aku terlambat menyadari bahwa kerja keras kita dulu ternyata begitu membekas, meskipun aku terlambat mengetahui bahwa kalian ikhlas menjalaninya, meskipun cemoohan orang masih terus berputar dikepalaku, di atas semua meskipun, di atas semua walaupun, aku ingin menanamkan 1 hal pada kalian, “Cintai Himatitan Great Event, bekerjalah untuk himpunan, mengabdilah untuk kepanitiaan”. 

Lakukan yang terbaik untuk Himatitan.


With love,
Your sister

Dwi Febrilia A.R

Saturday, 12 October 2013

secangkir kopi, hangatkan persahabatan



Café.
Warung kopi.
Tahun 2011, awal mula kita saling mengenal. 11 orang dari 3 jurusan yang berbeda. Badan eksekutif mahasiswa fakultas teknologi pertanian universitas brawijaya-lah pangkal dari perkenalan kita :)

                Hai, FUG!
                Ingatkah pertama kali kita berkumpul bersama? Kopi aceh, jalan soekarno hatta.
                Hai, FUG!
                Ingatkah topic pertama perbincangan kita? Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus
                Hai, FUG!
                Ingatkah tanggal berapa kita liburan bersama? Tanya kikit. Aku yakin dia ingat
                Hai, FUG!
                Ingatkah siapa pencetus sebutan FUG? Mas gembul.
                Hai, FUG!
                Aku kangen

                Ini tahun ke-3 kita berjalan bersama. Masihkah kita satu visi? Hahha. Apa itu visi? Persahabatan tidak mengenal visi! Iya, kan? Kalian, mengambil sebagian tempat dalam hatiku. Kalian itu, menginspirasi. Sadar, ngga? Aku mengagumi kalian satu-per-satu.
                Hai, Tir! Aku mengagumi caramu beropini.
                Hai, Yus! Aku mengagumi komitmenmu.
Hai, Tis! Aku mengagumi keteguhan sikapmu.
                Hai, Mik! Aku mengagumi kemampuan bicaramu.
                Hai, Pic! Aku mengagumi kedewasaan dan kebijaksanaanmu.
                Hai, Cil! Aku mengagumi kesederhanaan cara berfikirmu.
                Hai, Syad! Aku mengagumi keikhlasanmu.
Hai, Wind! Aku mengagumi keuletanmu.
                Hai, Kit! Aku mengagumi caramu memahami masalah, selalu melihat segi positif yang ada.
                Hai, FUG! Aku menyayangi kalian :)

                Entah. Baru kali ini aku menemukan arti persahabatan yang berujung keluarga. Kalian, menginspirasi. Lebih dari aku kagum pada Lampard, mungkin. Aku suka saat melihat kalian mulai meneguk kopi, lalu berpendapat. Aku suka mendengar kalian berpendapat. Aku suka melihat cara kalian bersikap. Aku suka diam-diam memperhatikan cara kalian mengambil keputusan. Aku suka berada di tengah-tengah kalian.
                Mungkin nanti kita akan hidup masing-masing, mungkin esok saat kita wisuda, mungkin nanti saat semua sudah berpasangan, kita akan jarang sekali bertemu, berbagi cerita, menghangatkan, menguatkan, menenangkan. Benar, bukan? :)
                Mungkin aku hanya berpesan, ingatlah aku dalam setiap secangkir kopimu. Ingatlah semua yang telah kita hadapi, ingatlah semua yang membuat kita bersama, ingatlah 11 orang ini :)
                Ingatlah, bahwa  secangkir kopi, hangatkan persahabatan.







Tuesday, 8 October 2013

Tempuhlah jenjang usiamu berikutnya, Kakak!


Kurang lebih sewindu yang lalu, pertama kalinya aku mengucapkan padamu, kak
Kurang lebih 3jenjang pendidikan kita saling mengenal, kak
Mungkin ini kali kedelapan atau mungkin kesembilan 8 Oktober yang terlewatkan
Mungkin kamu sudah bosan melewati hari spesialmu bersama adikmu ini
Aku masih ingat ajakanmu pertama kali untuk menonton basket, olahraga favoritmu yang kau mainkan
Gor Kaliwates, Final JBL tingkat SMP. SMPN 1 vs SMPN 2. Dresscode putih. Benar, ngga?
Aku masih sangat ingat makanan yang pasti kamu minta kubawakan, saat kamu bertanding kak, sari roti coklat plus pocari sweat. Ya, kan?
Aku juga masih ingat berbagai gossip dan omongan orang tentang kita
Disangkanya kita jadian
Disangkanya kita pacaran
Disangkanya kita ada hubungan
Nyatanya kita sahabatan
Haha, lucu ngga kak? Coba review deh. Semua hal yang kita lewati.
Oke, kak. Ini suratku buat kamu…
Hai, Kak! Hai, Dzulfikar Hendra Firmansyah J
21 tahun sudah kamu bernafas, bersyukurlah kak. Karena sekecil apapun kadar oksigen yang kamu hirup, Tuhan tetap bersamamu, karena kita hanyalah makhluk aerob yang bergantung pada oksigen. Jadi, diusiamu yang ke 21 ini, aku harap kamu bisa mensyukuri sekecil apapun kadar oksigen yang kau hirup.
21 tahun lamanya kamu hidup bersama perempuan paling cantik dan paling kau sayang. Kalau ngga salah, kamu menyebutnya “Mama”. Bersyukurlah, kak. Kamu masih bersamanya, kamu masih bisa membuatnya tersenyum. Kamu masih bisa melihat binary matanya saat kamu pulang. Bersyukurlah kak. Doa Mama masih selalu melindungimu, bersyukurlah J
Kak, kangen caca ngga? J
Aku kangen caca. Terakhir ketemu caca, mungkin 2 taun yang lalu. Sampaikan ya sama caca, aku kangen dia. Heheh. Bersyukurlah kak, kamu punya caca. Ponakan terlucu sejagat raya. Hai, caca. Tante kangen J
                Kak, masih ngerjain proyek?
                Bersyukurlah kak, kamu punya tempat belajar. Diluar sana ada orang yang mencari-cari proyek. Dan kamu sudah melakukan beberapa. Bersyukurlah kak.
                Kak, masih sama pacar kan?
                Ini yang harus sangat kamu syukuri. Lihat, betapa sabar dia menghadapi kamu. Menghadapi sikap dinginmu yang aku pun kadang tidak tau ritmenya bagaimana. Menghadapi kerasnya sikapmu yang susah terbendung. Bersyukurlah kamu, kak J
                Kak, masih sulit bersyukur?
                Aku harap diusiamu yang 21 ini, kamu sudah menyadari bahwa banyak hal yang patutnya kamu syukuri dan kamu pertahankan sebagai wujud rasa syukurmu. Semoga kamu selalu bisa bersyukur di setiap keadaan yang menimpamu.
Hanya itu harapan besarku, disamping harapan-harapan standar lainnya yang sudah kusampaikan.
Tempuhlah jenjang usiamu berikutnya, Kakak!

Your sister,
Difar 

Sunday, 29 September 2013

hello to good bye


          Sejak 9 Juli 2013 lalu, aku single. Ya resmi, single. Setelah semua yang kubangun selama 4 tahun harus runtuh pada hari itu. Seingatku, malam itu adalah malam tarawih pertama, kalau saja ingatanku masih bekerja dengan baik itu benar.
Sejak detik itu, beberapa lelaki datang memasuki kehidupanku. Jujur. Aku cukup khawatir. Karena masa-masa itu aku masih labil. Labil karena semua rasaku terkuras habis. Datar. Itu saja yang kurasakan. Hampir ku iya-kan mereka yang mengajakku untuk sekedar makan siang, rapat atau apalah itu namanya. Bukan karena aku melampiaskan semuanya, tapi karena aku merasa kosong. Datar.
Aku bosan dengan basa-basi.
Dengan hal sederhana yang kemudian menjadi alasan seseorang menghubungi orang lain. Misal, “Far, kamu apa kabar?”, “Far, denger-denger kamu udah putus ya? Udah ganti pacar baru?” what the hell are you talking about, sir? Menurutmu apa ada yang nanya gitu? Ada. Dan itu ada.
Dari beberapa lelaki itu, ada 1 yang cukup menenangkan. Awalnya.
His hello is just a magic word for me.
His smile when he’s talking is just like a dream comes true.
His gaze is just another name of heaven.
STOP!
BERLEBIHAN, FAR!
Maaf. Itu tadi hanya hiperbola saja. Supaya gaya tulisan ini berwarna.
A first hello is always charming like he did J Ya, like he did. A first hello, second hello, third hello, fourth, fifth, sixth, seventh, eighth, ninth, tenth…. Till today’s hello isn’t the same as the first hello J Ya, it isn’t the same now. Don’t you get my point?
Is that love, isn’t that?
Hahah, kejauhan far ngomong love -_-
Does always a hello end to good bye?
I mean that, every person in this world born and died. It’s just a simple thing about hello and goodbye. And you, you come to me with your first hello, and let yourself go with goodbye. Or perhaps it’s not now. May be later, in the next 3 days, 3 weeks, 3 months, 3 years, or whatever another 3.
Sorry, tulisan ini random sekali. Tidak beritme, tidak beralur, tidak jelas penyampaiannya -_-“
I just wanna tell you that, a hello should ends into goodbye sooner or later.
Anyway, I really miss your first hello. And please don’t make it into goodbye J

Signed, Aq

Thursday, 26 September 2013

untitled Ge.


Hai, Ge. Beberapa hari ini, kau menghilang. Aku khawatir. Aku khawatir kamu marah padaku. Dan aku takut, kamu menghilang perlahan dari hidupku. Egois, ya? Aku memikirkan diriku sendiri? Bahkan aku hanya memikirkan apa yang kelak terjadi padaku jika kamu tidak lagi menemaniku. Aku tak pernah memikirkan apa kamu masih nyaman dan bahagia bersamaku. Maaf.

Hai, Ge. Jujur, kamu memang mempesona. Ya, bagiku “Ge”adalah orang yang patut untuk dilihat dengan mata lengkap. Bukan sebelah mata. Begitupun kamu. Ketika banyak orang meremehkanmu, aku melihat sisi lain. Bahwa kamu berpikir lebih dari yang orang lain pikirkan. Dan orang lain tidak pernah menyadari itu.
Hai, Ge. Berada di sampingmu adalah suatu kebahagiaan bagiku. Bahkan aku tak bosan walaupun kamu mengucap hal yang sama. Kamu baik. Kamu sempurna dengan ketidaksempurnaanmu. Ya, kamu begitu sempurna J

Adalah suatu hal yang akan sangat membahagiakan bagiku jika kamu masih disini, hai Ge. Aku harap hal itu masih bisa ku nikmati.

Walau dengan satu misteri, apakah kamu masih nyaman bersamaku?
Tertanda, Aq J

Tuesday, 24 September 2013

goodnight.

Don't say, 
"Good night and dream of me ya!"
Just say, 
"Good night and do not dream of me because I'm your reality" 

- Inspired by You Are The Apple of My Eyes -

JUARA NJOBO NJERO

Minggu 22 September 2013
Ini cerita tentang dua sahabat yang mengejar kesempatan nonton final AFF U-19 di Gelora Delta, Sidoarjo
Exciting! Kata-kata pertama yang patut ku-ucapkan untuk hari itu. Ya, pertama kalinya, saya Dwi Febrilia Anjarwati Rahayu nonton TIMNAS main. Hihihi. Very special thanks to Irsyad Syawalufdin Prasetya who invited me to watch this moment. Harusnya, kami berangkat jam 3 sore. Underline it please. HARUSNYA! Hahah. Tapi, karena ada kewajiban lain, keberangkatan harus ditunda hingga jam setengah 5 sore. Deeply sorry to Irsyad, it was because of mine :(
Perjalanan menuju Gelora Delta tidak semulus yang diharapkan. Ya, high expectation much disappointment gitu sih kayanya hihihi. Ngejar waktu, kita ngebut. Baru aja ngingetin irsayd buat pelan-pelan, eh tau-tau ada motor yg mau nyebrang dan berhenti begitu saja. Posisi jalanan kosong, dan laju kendaraan tinggi daaan, terjadilaaah~ kami jatuh ke kiri jalan dan terseret 10 meteran dari motor. Lumayan ya. Hihihi. Alhamdulillah, bapak dan ibu yang nyebrang sehat-sehat aja Cuma jatuh begitu saja. Syukurlah, Allah memang Maha Melindungi. Allah juga Maha Berkehendak. Kun fa ya kun! Yang terjadi terjadilah!
Luka di punggung kaki kiri sama dengkul kaki kiri. Irsyad yang kasian. Dia abis jatuh seminggu lalu eh jatuh lagi kemaren –-“ yaaah. Untung aja Cuma jari manis sama kelingkingnya yang luka. Alhamdulillah :) sementara itu temen-temen yang udah duluan berangkat ikut-ikutan khawatir tentang keadaan kami. Uaah saking sayangnya sama temen :3 hihihi
Kami melanjutkan perjalanan walaupun sempet deg-degan juga. Khawatir irsyadnya tau-tau ngga kuat di jalan, terus aku gimana? Masa aku yang nyetir? Mau dibawa kemana kalo aku yang nyetir? Wkwkkwkw. Kami mencari apotek sepanjang jalan menuju sidoarjo. Daaan ngga ada satu pun apotek yang buka. Terus kami lanjutkan perjalanan sampai akhirnya menemukan apotek tapiii kebablas -–“ Ngga cukup sampe disitu, dijalan aku deg-deg-an terus gara-gara berbagai kejadian di jalanan. Sampai saatnya kami tiba di bunderan porong (yang mau ke tol). Awalnya terang benderang, lampu kota hidup semua, eh tau-tau pas kami lewat….. semua lampu mati secara berurutan! Jalanan gelap! Wiiih ngeri -_- udah gitu lampu motor yang harusnya nyorot ke bawah malah nyorot ke atas -_- udah kaya lampu sorot panggung aja :’) ngeriii di jalan. Deg-degan terus!
Hingga sampailah kami di kota sidoarjo dan baru menemukan apotek! Alhamdulillah :) Allah memang Maha Memberi baik itu rezeki ataupun musibah :’) setelah membeli peralatan untuk membersihkan luka kami bergegas menuju stadion gelora delta sidoarjo. Sesampainya disana, kami berkeliling untuk mencari gerbang yang masih buka dan mengambil tiket dari teman yang sudah di dalam. Namun, sekali lagi cobaan dating lagi. Semua pintu sudah tutup kecuali pintu 9 sementara tiket kami ada di pintu 7. Kami terus mencari kawan yang membawa tiket kami hingga pada akhirnya tiket tersebut di titipkan pada petugas dan akhirnya kami memegang tiket masuk. Alhamdulilah :)
Satu tahap terlewati sudah. Tiket sudah di tangan dan kini waktu kami untuk masuk ke stadion. Sayangnya, musibah tidak hanya sebatas itu saja. Masih harus melewati rintangan gerbang yang diitutup, supporter yang ricuh karena mereka punya tiket tapi ngga bias masuk –-“ ditambah supporter dengan nama b***k yang mabuk -_- lengkap sudah. Di pintu 9, supporter yang tidak punya tiket, naik dengan bantuan syal, lalu saat satu-satu nya pintu yang masih buka adalha pintu 9, kami antri daaan kurang 10 orang depan kami, pintu di tutup -_- tolong! Setelah pntu ditutup b***k ricuh -_- terpaksa para polisi melepaskan anjing herder (bener gini ga sih tulisannya?) supporter berhamburan. Berlari ke arahku, menginjak-injak kakiku yang baru terluka akibat insiden kecelakaan tadi sore -__________-. Menyedihkan -–“ mereka jatuh menimpaku. Grrrrr! Irsyad marah-marah pada b***k. Akhirnya kami cari tempat aman dan tibalah kami di sebuah mushola. Irsyad melakukan solat dan aku membersihkan luka. Hingga ada polisi menghampiri kami dan menanyakan, kenapa. Kami menceritakan dan pak polisi pun menyarankan untu tidak masuk stadion karena ini penuh sesak –-“kami speechless. Ada rasa kecewa. Tapi mau bagaimana lagi, irsyad pun sudah menyerah. Akhirnya aku mengiyakan untuk menonton di layar lebar saja. Dengan syarat, kita melewati pintu 7. Irsyad mengiyakan. Lalu kami berangkat menuju layar lebar.
Sambil berjalan melewati pintu 7, aku memandangi segerombolan supporter yang masih setia antre supaya diizinkan masuk. Sekali lagi, kun fay a kun! Bila Allah berkehendak maka terjadilah! Tiba-tiba petugas menginstruksikan semua supporter yang memiliki tiket diperkenankan masuk. ALLAHU AKBAR! And after all this time we can join inside the stadium! ALHAMDULILLAH :)
Akhirnya aku dan irsyad bisa masuk stadion! Setelah perjalanan panjang kami. Bisa masuk stadion bukan berarti kami mendapatkan tempat yang nyaman. Bahkan kami tak bias melihat sedikitpun pemain yang bertanding. Ketika bertanya pada polisi yang bertugas, beliaunya malah marah-marah –-“ akhirnya kami putuskan buat manjat tangga dan naik ke tribun paling atas. Dan berjalan menyusuri papan skor dan akhirnya ketemu ucup dan burr!!!! Aaaah senangnyaaa!!!! Akhirnya kami bisa nonton!!! ALLAHU AKBAR!!!
INDONESIA!!! 


Sepanjang pertandingan sangatlah kami nikmati. Umpan-umpan yang tak kunjung berbuah gol pun adalah hysteria yang tidak akan terlupakan. Hahaha. Ya, inilah euphoria final. Timnas bro!!! timnas!!! Hahahha. Namun tiba-tiba, botol-botol berterbangan. Rupanya dari luar supporter yang tidak memiliki tiket melempari kami yang di dalam sampe ada yang bocor -–“ aduuuh -–“memang hari penuh tragedy! Anarkis -–”
Cemooh supporter pada pemain Vietnam, sungguh membuat sakit perut. Ditambah komentar supporter untuk wasit.  Lebih hina lagi hahaha. Petugas kesehatan pun juga tidak terlewatkan untuk dikata-katain. Astagaaaa -_-“ tapi lucu banget hahaha. Bahkan ada orang tua yang membawa anaknya yang belum berusia 2tahun. Kece yaaa? :) tapi dengan situasi supporter yang seperti itu, benar-benar tidak disarankan membawa balita. Pantes aja, dari dulu aku melihat jarang banget anak kecil nonton bola di stadion, kaya gini rusuhnya -–“ lempar-lemparan, mabuk, mecah-mecahin botol. Ngga kondusif. Ngga menimbulkan rasa aman sama sekali! Saran aja sih, buat semua supporter, ngga terkecuali mau itu bonek, aremania, the jack, Viking, delta mania, la mania, persisam mania atau siapapun NO ANARCY IS KINDA COOL ACTION! Gitu aja sih. PEACE IS JUST KINDA GREAT ACTION.

Hanya bermodal 30 ribu! Kami menikmati pertandingan 2x45 menit, 2x15 menit dan adu pinalti 10 pemain, daaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaan dibayar dengan KEMENANGAN!!! WE ARE THE CHAMPION INDONESIA! AFTER 2 DECADES! AHAHHAHA. Saking bahagianya dan menegangkannya pertandingan ini, irsyad sampe njiwit-njiwit, ngeplak-ngeplak aku -____________- hahah but, ALL OF THESE ARE PAID! Perjuangan ke gelora delta, jatuh, mati lampu, ngga dapat pintu masuk, tawuran sama bonek, manjat tangga and finally WE WON! THANKS GOD! ALLAHU AKBAR! Kata Irsyad sih, IKI JENENGE JUARA NJOBO NJERO! HAHAH


JUARA NJOBO NJERO

Sepulang dari gelora delta, kami bersama supporter lainnya menyanyi sepanjang jalan. Konvoy! Hahaha :) how fun! Luka di kaki pun tidak terasa sakitnya. Hahah. Namun sayang moment menyanyi Indonesia Raya terlewatkan karena masih di luar lapangan –“
Terimakasih gelora delta, terimakasih sidoarjo, terimakasih 22 september 2013 :)

Saturday, 21 September 2013

pengkhianatan.


Adakah kau mengerti arti sebuah pengkhianatan?
     Bukan seperti Van Persie yang hijrah ke Manchester United meninggalkan Goners begitu saja. Bukan seperti Valentino Rosi yang berpindah dari Yamaha ke Ducati dan kembali lagi ke Yamaha. Atau bahkan bukan seperti Henry Tanoe Sudibyo yang hengkang dari NasDem menuju Hanura. Tak se sederhana itu!

Adakah kau merasa dikhianati?
     Bagaimana jika hanya kamu yang sadar bahwa bumi tak berotasi sesuai porosnya dan orang sekelilingmu tak pernah menyadarinya? Bagaimana jika hanya kau yang menyaksikan bahwa air tak lagi mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah? Bagaimana jika hanya kamu seorang yang mengetahuinya dan tak satupun orang lain menyadarinya?

Adakah yang bisa kau lakukan disaat kau sadar pengkhianatan itu nyata?

Akankah kau marah? Akankah kau murka? Akankah kau meledak-ledak? Akankah semua keharmonisan dunia ini hancur seketika?

Atau akankah kau diam saja melihat pengkhianatan tersebut?

     Ya, mungkin jika aku ada pada posisimu aku akan diam saja. Seperti yang kulakukan sekarang, menyadari ketidakbenaran yang (tidak sengaja) dibenarkan. Seolah tak punya daya atau memang tak berdaya? Seperti melakukan pembelaan “Yang penting aku tidak mengkhianati” padahal sebenarnya melihat pengkhianatan di depan mata sendiri dan tak berbuat apa-apa adalah bentuk lain dari pengkhianatan pada dunia luar! Aku tak bisa berkata jujur pada dunia bahwa telah terjadi pengkhianatan disini.

Seperti kata Fahd Djibran dalam bukunya yang berjudul “Yang Galau Yang Meracau”,
                “Aku juga sedih melihat banyak orang di sekelilingku kian banal saja. Mereka seolah kehilangan kemampuan untuk membedakan mana yang baik dan yang buruk, memilah mana keadilan dan pengkhianatan. Aku juga muak meilhat keputusasaan yang menular, kepedulian yang memudar”

Benar begitu hanya sebagai penyesalan, hanya sebatas pengakuan sedih. Sampai disitu. Apa yang bisa aku lakukan? :’)

Sayang, aku pun satu dari berjuta orang yang hanya diam saja melihat ketidakenaran terjadi. Ironi! 

Monday, 16 September 2013

Heart Attack (?)

Heart attack!
STOP! Don't think it too far! 
Never put my love out on the lineNever said yes to the right guyNever had trouble getting what I wantBut when it comes to you, I’m never good enough
Apa yang ada dibenak kalian? Jangan pernah mencintai diluar batas. Ya, itu benar. Karena cinta yang sesungguhnya itu adalah cinta yang cukup. Cinta yang tidak pernah berlebih dan tak kurang. Cinta yang berlebih adalah nama lain dari obsesi. Sementara cinta yang kurang tidak lain adalah sebuah keacuhan


When I don’t careI can play ‘em like a Ken dollWon’t wash my hairThen make 'em bounce like a basketball

Lalu, apa lagi ini? When I don’t care I can play ‘em like a Ken doll. Begitulah. Saat memang tak ada kepedulian dalam sebuah cinta, yang tersisa hanyalah sebuah permainan, just like Ken Doll.

But you make me wanna act like a girlPaint my nails and wear high heelsYes, you make me so nervousAnd I just can’t hold your hand

Haha! It's getting closer to the main point. Ya, apakah cinta merubah segalanya? I don't think so. Sewajarnya cinta menerima kita apa adanya. Logikanya, jika orang lain menyukai perubahan kita karena keinginannya, dengan kata lain dia menyukai cerminan dan bayangannya sendiri 

You make me glow, but I cover upWon’t let it show, so I’m
Puttin’ my defences up
'Cause I don’t wanna fall in loveIf I ever did thatI think I’d have a heart attack
Yeah! This time, it's my main point! Ya, He's. He makes me glow but i cover up. Won't let it show, so I'm Putting my defences up. Cause  I don't wanna fall in love. If I ever did that I think I'd have heart attack. You don't get my point, do you? Iya, beginilah. Jatuh cinta. Menyayangi lawan jenis ya bisa dibilang begitu. Semua berbalik. Segala macam teori hanya akan menjadi teori. Kalau bisa dibuat tinjuauan pustaka untuk laporan praktikum, ya syukur deh. Semua teori hanya akan menjadi teori. Karena rasa, bukan untuk dijelaskan lewat bahasa, bukan untuk dideskripsikan dengan kata-kata, bukan untuk dibayangkan dalam angan belaka, dan bukan untuk dilogika. Sebab rasa, adalah asa bagi sepasang orang yang memiliki rasa yang sama. Hahah. Sekeras apa benteng yang kau bangun untuk menghalanginya, dia akan tetap runtuh. Karenabenar-benar kau tak tau kapan dan siapakah yang meruntuhkan tembok tersebut. Get ready to get your turn guys.

Salik - Fahd Djibran

Nyeri bagai kawan yang selalu mengingatkan kita bahwa sekuat apapun seorang petualang menghadapi semua cobaan dan rintangan, kita bukan yang terkuat di antara semuanya - di atas segala sesuatu. Bahkan bisa jadi kitalah yang terlemah diantara semuanya - di bawah segala sesuatu. Hingga pada gilirannya kita tau bahwa bukan kuat atau lemah yang menjadi ukuran untuk menentukan "kemenangan" mencapai "pertemuan", tetapi seberapa ikhlas kita menerima kemungkinan bahwa yang menyakitkan memang harus kita rasakan dan yang menakutkan harus kita hadapi, kapanpun, di manapun. 
 
 
Copyright © que sera sera
Blogger Theme by BloggerThemes Design by Diovo.com