Aku merasa ada yang salah. Tentang degup jantungku.
Aku merasa ada yang sedang tak beres. Tentang desiran darah
yang menghangat ke seluruh tubuh ini.
Aku merasa, logikaku sedang tak sehat. Tentang persetujuan
yang ia berikan untuk hati.
*****
Dia,
Masih seperti biasa. Terlihat hebat dan beraura. Satu
senyumannya saja, menciptakan reflek bahagia yang sempurna.
Dia,
Getar karenanya masih terasa, cukup dengan memejamkan mata,
mengingat tentangnya dan bahagia yang ku rasa.
Dia,
Rasa padanya masih sama, tak perlu mengalir deras, cukuplah
menetes yang menghidupkan. Rasa padanya masih sama, terpaut batas yang sulit
dilampaui.
Dia,
Aku yakin dia tau, saling mencintai lebih baik daripada
mencintai sendiri.
*****
Ia,
Kehadirannya ciptakan tawa,
Candanya hidupkan suasana,
Jahilnya bikin geleng-geleng kepala
Ia,
Ceritakan banyak hal yang tak aku tau,
Iringiku bernyanyi walau tak berirama,
Ajariku nikmati detik waktu ,
Nasihatiku tanpa paksa…
*****
Ya, ia… bukan dia…
Matahari boleh saja digdaya, raksasa, tapi bagi bumi,
gravitasi bulanlah yang paling kuat, mengapa? Karena ia dekat – Azhar N.A
Malang, 25 April 2015 5:55 pm