Wednesday, 27 November 2013

sederhana - happy birthday, fatma!


Percayalah, kesedihan adalah hadiah agar pada saatnya kita dihibur dengan cara paling membahagiakan – Fahd Djibran
Ringan, yang kita perbincangkan. Hangat, suasana yang tercipta. Membawa kebahagiaan. Terkadang Tuhan memang mengantarkan kita pada rasa syukur dengan cara yang tidak sepenuhnya kita pahami. Mungkin saja, dalam satu hari kita akan mengalami kejadian dengan suasana yang berbeda-beda. Hingga di penghujung hari kita akan dapat menyimpulkan tentang apa yang ingin Tuhan ajarkan pada kita. Sederhana. Tuhan ingin kita menyadari hal sederhana yang dapat kau syukuri hasilnya yang dapat kau hargai perjuangan untuk mendapatkannya.
Semangkuk bakso yang nikmat menghantarkan pada keakraban. Segelas cokelat panas menyimpan kesan membahagiakan. Mungkin sepatutnya manusia bersyukur. Tuhan menciptakan kakao di muka bumi, hingga dapat kau nikmati bahan penyegarnya, membangkitkan gairah hidup, membangkitkan syaraf-syaraf kebahagiaan. Kalaupun aku ingin berterimakasih padaMu, cukupkah dengan kubuat mereka tertawa bahagia, Tuhan? Haruskah aku mengucap secara lisan bila perbuatan jauh lebih mengesankan?
Terimakasih. Terimakasih untuk hari ini, Tuhan J
Tersadar aku akan kebahagiaan dari kesederhanaan, kebersamaan, dan ketulusan dibalik segala peristiwa, dibalik segala ego, dibalik segala kemunafikan yang ada di dunia ini.
Selamat ulang tahun, Fatma Kurniawati. Happy 21st ya, dear! Dibalik semua kesederhanaan perayaan ulang tahunmu, tangkaplah kasih kami kepadamu. Semua keinginan dan harapanmu, aku dan kita semua yang mengamini. Berbahagialah! J
-dwi febrilia ar, puti fathima adinta, cikal marhaen-

Wednesday, 6 November 2013

jatuh cinta pada lautMu


i'll always fallen for you, beach!
kepenatan, amarah, suntuk, enyahlah dari muka bumi!

bagaimana cata Tuhan menunjukkan cintaNya pada umat manusia? kalau bukan lewat sejuknya alam, lewat senyum yang tertoreh di bibir orang-orang yang kita sayangi, kalau bukan melalui sapaan hangat adik-adik kecil yang selalu bersemangat atau melalui pelukan hangat ayah ibu kakak
ah.
aku tau Tuhan sayang padaku. aku tau Tuhan mencintaiku. aku tau itu.
alam membuktikannya! siapa yang tak bahagia melihat indahnya kejaran ombak? atau hamparan pasir pantai yang bersih sepanjang jangkauan mata? siapa tak bahagia?
rasa syukur ini... terasa bagai tetesan embun dalam hati... mampu membuatku masih tersenyum hingga saat ini. 
warna air laut yang hijau kebiru-biruan, pecahnya ombak di bibir pantai dan ceria tawa bersama mereka, ah. aku jatuh cinta pada lautMu Tuhan.
bagaimana aku tak bahagia, Tuhan..........................
ciptaanMu begitu luar biasa. 
ombak yang tidak pernah mengkhianati pantai. begitu aku menyebut kesetiaan ombak, yang selalu berakhir pada pantai. karang yang kuat menahan rasa cinta ombak pada pantai, hingga terus menerus tergerus, pasir yang selalu bersedia menjadi tempat bertelurnya penyu-penyu, kepiting dan makhluk renik lainnya, hingga algae yang juga hiasi lautmu...
ah.
suara tawa mereka ya Tuhan. jarang sekali kudengar akhir-akhir ini. suara tawa yang begitu lepas. hingga terus menggema di telingaku. sisipan rasa bahagia ini, semoga bisa menjadi penyemangatku beberapa bulan ke depan, ya Tuhan.
gonna miss this laugh
terimakasih atas waktu yang kau beri padaku. untuk menikmati cintaMu, untuk menggenapkan imanku, padaMu. jaga semua ini Tuhan. aku selalu jatuh cinta pada laut berkali-kali, berlarut-larut, beri aku kesempatan lagi untuk menjadi saksi kebesaranmu, dalam Islam :)
i love you, beach.


jatuh hati pada laut

best friends ever!

peluk kebahgaiaan ini Tuhan :)
see you, in another beach :) 



-goa cina beach, 4th november 2013-

Tuesday, 5 November 2013

random

aku tak pernah menghafal lekuk jemari seseorang
tapi kamu...
aku tak pernah serasa begitu mudahnya membiarkan tangan kecilku digandeng
tapi kamu...
aku tak pernah memperhatikan kuku orang lain
tapi kamu...
aku tak pernah semudah itu menemukan celah diantara jemari orang lain
tapi kamu...

celah antara jemarimu seakan memang diciptakan sesuai ukuran jari-jariku
yang kecil, kurus, panjang...
celah atara jemarimu serasa fit untukku pas sekali
nyaman, tak terlalu sempit, ataupun longgar
celah antara jemarimu seolah memang sebuah jarak yang diciptakan untuk mempersatukan kita
menyatukan dua insan untuk saling menggenapkan

Dear, you...
i love you

Secretary of Juliet: Untuk kamu

Secretary of Juliet: Untuk kamu

Saturday, 2 November 2013

conversation


Kamu pernah mikir tentang masa depan, nggak? Tanyamu padaku
Masa depan yang mana dulu? Masa depanku? Jawabku seadanya
Masa depan hubungan kita. Begitu katamu
……….
Kamu tau kan kita beda? Pertanyaan telak bagiku
Iya, tau. Pendek, jawabku
Hubungan kita nggak punya masa depan. Aku terdiam, tersenyum, menahan tanyaku
……….
Kamu pasti tau kan alasannya? Iya, aku tau pasti semua ujung-ujungnya bilang kalau “aku butuh imam” dan aku ngga bisa jadi imam, aku tau ujung-ujungnya pasti sama
Aku suka kamu realistis.
Tapi, aku nggak mau kamu ninggalin aku. Lanjutmu
……….. ( Let God leads us, pa  )
The end.

Apakah kau masih akan berkata. Kudengar derap jantungmu. Kita begitu berbeda dalam semua kecuali dalam cinta – Soe Hok Gie

Are you the chosen one?


Sebelumnya, beri kesempatan aku berdoa. Sebelum kita benar-benar tidak lagi saling menemani, “Semoga kelak, di kehidupan selanjutnya, aku melihatmu berbahagia, kita di tempat yang sama, yang penuh nyanyian, yang penuh kedamaian”

     Aku mengagumimu, tanpa tanda baca. Tanpa titik, koma, tanda seru ataupun tanda tanya. Ketika aku meng-iya-kan teori bahwa bahagia itu sederhana, pembuktiannya ada padamu. Ada pada kebiasaanmu padaku, ada pada uluran tanganmu, ada pada senyummu. Begitu pun ketika aku meng-iya-kan bahwa bahagia tidak semudah membalik telapak tangan, pembuktiannya juga ada padamu. Ada pada amarahmu, ada pada ketidakpedulianmu, ada pada keacuhanmu.
     
     Kalau ftv menampilkan cerita tentang love at the first sight, kisah kita kusebut click at the first invitation. Terlalu panjang jika semuanya kutuliskan. Yang mungkin bisa kuceritakan adalah rasa yang terlebih tak dapat dideskripsikan hanya melalui rangkaian kata. Rasaku padamu. Rasamu padaku. Rasa kita berdua.

     Tak dapat dilogika, bahwa dua manusia yang tercipta berbeda, kemudian saling berjumpa, dan saling mengasihi. Aku mengagumimu dengan kadar yang cukup. Cukup untuk selalu bersyukur, cukup untuk selalu berbahagia, cukup untuk selalu berbagi, dan cukup untuk selalu berdoa untuk ku, untuk mu, untuk kita, dan semua orang yang kita kasihi.

     Mengenalmu bukan hal yang kuanggap luar biasa. Tapi lebih mengenalimu, mengetahui lebih jauh tentang dirimu, dan membiarkanmu memperlakukanku seperti yang kamu inginkan adalah hal yang lebih dari sekedar luar biasa. Bahkan, seolah aku berada dalam sebuah alur cerita yang maju-mundur. Hingga aku merasa bahwa kita telah saling mengenal satu sama lain sejak dulu, jauh sebelum kita bertemu. Padahal, yang kubilang sejak dulu itu adalah mimpiku. Ya, sama seperti mimpiku waktu itu. Kita berdua di dapur, aku menyiapkan makan malam untukmu dan kau memelukku dari belakang, manja. Persis. Sama persis seperti mimpi itu. Are you the chosen one?

     Terlalu banyak hal sederhana yang memikat. Memikat erat kekagumanku padamu pada tali yang saling menyambungkan kita. Tentang perbedaan? Aku tak punya jawaban. Bahkan aku tak berniat menerka masa depan. Menebak-nebak apa yang akan terjadi pada kita berdua, kelak. Meramal masa depan hubungan kita. Ah, aku tak berniat demikian. Selama kita masih dapat saling menguatkan, membahagiakan, mengingatkan, apakah sebuah kesalahan jika kita terus bergandengan?

Sekali lagi, aku mengagumimu tanpa tanda baca. Semoga kita akan terus berada dalam lindungan-Nya.


Untuk siapapun yang memiliki rasa, pada dia yang berbeda - Aq

 
 
Copyright © que sera sera
Blogger Theme by BloggerThemes Design by Diovo.com