Sunday, 29 September 2013

hello to good bye


          Sejak 9 Juli 2013 lalu, aku single. Ya resmi, single. Setelah semua yang kubangun selama 4 tahun harus runtuh pada hari itu. Seingatku, malam itu adalah malam tarawih pertama, kalau saja ingatanku masih bekerja dengan baik itu benar.
Sejak detik itu, beberapa lelaki datang memasuki kehidupanku. Jujur. Aku cukup khawatir. Karena masa-masa itu aku masih labil. Labil karena semua rasaku terkuras habis. Datar. Itu saja yang kurasakan. Hampir ku iya-kan mereka yang mengajakku untuk sekedar makan siang, rapat atau apalah itu namanya. Bukan karena aku melampiaskan semuanya, tapi karena aku merasa kosong. Datar.
Aku bosan dengan basa-basi.
Dengan hal sederhana yang kemudian menjadi alasan seseorang menghubungi orang lain. Misal, “Far, kamu apa kabar?”, “Far, denger-denger kamu udah putus ya? Udah ganti pacar baru?” what the hell are you talking about, sir? Menurutmu apa ada yang nanya gitu? Ada. Dan itu ada.
Dari beberapa lelaki itu, ada 1 yang cukup menenangkan. Awalnya.
His hello is just a magic word for me.
His smile when he’s talking is just like a dream comes true.
His gaze is just another name of heaven.
STOP!
BERLEBIHAN, FAR!
Maaf. Itu tadi hanya hiperbola saja. Supaya gaya tulisan ini berwarna.
A first hello is always charming like he did J Ya, like he did. A first hello, second hello, third hello, fourth, fifth, sixth, seventh, eighth, ninth, tenth…. Till today’s hello isn’t the same as the first hello J Ya, it isn’t the same now. Don’t you get my point?
Is that love, isn’t that?
Hahah, kejauhan far ngomong love -_-
Does always a hello end to good bye?
I mean that, every person in this world born and died. It’s just a simple thing about hello and goodbye. And you, you come to me with your first hello, and let yourself go with goodbye. Or perhaps it’s not now. May be later, in the next 3 days, 3 weeks, 3 months, 3 years, or whatever another 3.
Sorry, tulisan ini random sekali. Tidak beritme, tidak beralur, tidak jelas penyampaiannya -_-“
I just wanna tell you that, a hello should ends into goodbye sooner or later.
Anyway, I really miss your first hello. And please don’t make it into goodbye J

Signed, Aq

Thursday, 26 September 2013

untitled Ge.


Hai, Ge. Beberapa hari ini, kau menghilang. Aku khawatir. Aku khawatir kamu marah padaku. Dan aku takut, kamu menghilang perlahan dari hidupku. Egois, ya? Aku memikirkan diriku sendiri? Bahkan aku hanya memikirkan apa yang kelak terjadi padaku jika kamu tidak lagi menemaniku. Aku tak pernah memikirkan apa kamu masih nyaman dan bahagia bersamaku. Maaf.

Hai, Ge. Jujur, kamu memang mempesona. Ya, bagiku “Ge”adalah orang yang patut untuk dilihat dengan mata lengkap. Bukan sebelah mata. Begitupun kamu. Ketika banyak orang meremehkanmu, aku melihat sisi lain. Bahwa kamu berpikir lebih dari yang orang lain pikirkan. Dan orang lain tidak pernah menyadari itu.
Hai, Ge. Berada di sampingmu adalah suatu kebahagiaan bagiku. Bahkan aku tak bosan walaupun kamu mengucap hal yang sama. Kamu baik. Kamu sempurna dengan ketidaksempurnaanmu. Ya, kamu begitu sempurna J

Adalah suatu hal yang akan sangat membahagiakan bagiku jika kamu masih disini, hai Ge. Aku harap hal itu masih bisa ku nikmati.

Walau dengan satu misteri, apakah kamu masih nyaman bersamaku?
Tertanda, Aq J

Tuesday, 24 September 2013

goodnight.

Don't say, 
"Good night and dream of me ya!"
Just say, 
"Good night and do not dream of me because I'm your reality" 

- Inspired by You Are The Apple of My Eyes -

JUARA NJOBO NJERO

Minggu 22 September 2013
Ini cerita tentang dua sahabat yang mengejar kesempatan nonton final AFF U-19 di Gelora Delta, Sidoarjo
Exciting! Kata-kata pertama yang patut ku-ucapkan untuk hari itu. Ya, pertama kalinya, saya Dwi Febrilia Anjarwati Rahayu nonton TIMNAS main. Hihihi. Very special thanks to Irsyad Syawalufdin Prasetya who invited me to watch this moment. Harusnya, kami berangkat jam 3 sore. Underline it please. HARUSNYA! Hahah. Tapi, karena ada kewajiban lain, keberangkatan harus ditunda hingga jam setengah 5 sore. Deeply sorry to Irsyad, it was because of mine :(
Perjalanan menuju Gelora Delta tidak semulus yang diharapkan. Ya, high expectation much disappointment gitu sih kayanya hihihi. Ngejar waktu, kita ngebut. Baru aja ngingetin irsayd buat pelan-pelan, eh tau-tau ada motor yg mau nyebrang dan berhenti begitu saja. Posisi jalanan kosong, dan laju kendaraan tinggi daaan, terjadilaaah~ kami jatuh ke kiri jalan dan terseret 10 meteran dari motor. Lumayan ya. Hihihi. Alhamdulillah, bapak dan ibu yang nyebrang sehat-sehat aja Cuma jatuh begitu saja. Syukurlah, Allah memang Maha Melindungi. Allah juga Maha Berkehendak. Kun fa ya kun! Yang terjadi terjadilah!
Luka di punggung kaki kiri sama dengkul kaki kiri. Irsyad yang kasian. Dia abis jatuh seminggu lalu eh jatuh lagi kemaren –-“ yaaah. Untung aja Cuma jari manis sama kelingkingnya yang luka. Alhamdulillah :) sementara itu temen-temen yang udah duluan berangkat ikut-ikutan khawatir tentang keadaan kami. Uaah saking sayangnya sama temen :3 hihihi
Kami melanjutkan perjalanan walaupun sempet deg-degan juga. Khawatir irsyadnya tau-tau ngga kuat di jalan, terus aku gimana? Masa aku yang nyetir? Mau dibawa kemana kalo aku yang nyetir? Wkwkkwkw. Kami mencari apotek sepanjang jalan menuju sidoarjo. Daaan ngga ada satu pun apotek yang buka. Terus kami lanjutkan perjalanan sampai akhirnya menemukan apotek tapiii kebablas -–“ Ngga cukup sampe disitu, dijalan aku deg-deg-an terus gara-gara berbagai kejadian di jalanan. Sampai saatnya kami tiba di bunderan porong (yang mau ke tol). Awalnya terang benderang, lampu kota hidup semua, eh tau-tau pas kami lewat….. semua lampu mati secara berurutan! Jalanan gelap! Wiiih ngeri -_- udah gitu lampu motor yang harusnya nyorot ke bawah malah nyorot ke atas -_- udah kaya lampu sorot panggung aja :’) ngeriii di jalan. Deg-degan terus!
Hingga sampailah kami di kota sidoarjo dan baru menemukan apotek! Alhamdulillah :) Allah memang Maha Memberi baik itu rezeki ataupun musibah :’) setelah membeli peralatan untuk membersihkan luka kami bergegas menuju stadion gelora delta sidoarjo. Sesampainya disana, kami berkeliling untuk mencari gerbang yang masih buka dan mengambil tiket dari teman yang sudah di dalam. Namun, sekali lagi cobaan dating lagi. Semua pintu sudah tutup kecuali pintu 9 sementara tiket kami ada di pintu 7. Kami terus mencari kawan yang membawa tiket kami hingga pada akhirnya tiket tersebut di titipkan pada petugas dan akhirnya kami memegang tiket masuk. Alhamdulilah :)
Satu tahap terlewati sudah. Tiket sudah di tangan dan kini waktu kami untuk masuk ke stadion. Sayangnya, musibah tidak hanya sebatas itu saja. Masih harus melewati rintangan gerbang yang diitutup, supporter yang ricuh karena mereka punya tiket tapi ngga bias masuk –-“ ditambah supporter dengan nama b***k yang mabuk -_- lengkap sudah. Di pintu 9, supporter yang tidak punya tiket, naik dengan bantuan syal, lalu saat satu-satu nya pintu yang masih buka adalha pintu 9, kami antri daaan kurang 10 orang depan kami, pintu di tutup -_- tolong! Setelah pntu ditutup b***k ricuh -_- terpaksa para polisi melepaskan anjing herder (bener gini ga sih tulisannya?) supporter berhamburan. Berlari ke arahku, menginjak-injak kakiku yang baru terluka akibat insiden kecelakaan tadi sore -__________-. Menyedihkan -–“ mereka jatuh menimpaku. Grrrrr! Irsyad marah-marah pada b***k. Akhirnya kami cari tempat aman dan tibalah kami di sebuah mushola. Irsyad melakukan solat dan aku membersihkan luka. Hingga ada polisi menghampiri kami dan menanyakan, kenapa. Kami menceritakan dan pak polisi pun menyarankan untu tidak masuk stadion karena ini penuh sesak –-“kami speechless. Ada rasa kecewa. Tapi mau bagaimana lagi, irsyad pun sudah menyerah. Akhirnya aku mengiyakan untuk menonton di layar lebar saja. Dengan syarat, kita melewati pintu 7. Irsyad mengiyakan. Lalu kami berangkat menuju layar lebar.
Sambil berjalan melewati pintu 7, aku memandangi segerombolan supporter yang masih setia antre supaya diizinkan masuk. Sekali lagi, kun fay a kun! Bila Allah berkehendak maka terjadilah! Tiba-tiba petugas menginstruksikan semua supporter yang memiliki tiket diperkenankan masuk. ALLAHU AKBAR! And after all this time we can join inside the stadium! ALHAMDULILLAH :)
Akhirnya aku dan irsyad bisa masuk stadion! Setelah perjalanan panjang kami. Bisa masuk stadion bukan berarti kami mendapatkan tempat yang nyaman. Bahkan kami tak bias melihat sedikitpun pemain yang bertanding. Ketika bertanya pada polisi yang bertugas, beliaunya malah marah-marah –-“ akhirnya kami putuskan buat manjat tangga dan naik ke tribun paling atas. Dan berjalan menyusuri papan skor dan akhirnya ketemu ucup dan burr!!!! Aaaah senangnyaaa!!!! Akhirnya kami bisa nonton!!! ALLAHU AKBAR!!!
INDONESIA!!! 


Sepanjang pertandingan sangatlah kami nikmati. Umpan-umpan yang tak kunjung berbuah gol pun adalah hysteria yang tidak akan terlupakan. Hahaha. Ya, inilah euphoria final. Timnas bro!!! timnas!!! Hahahha. Namun tiba-tiba, botol-botol berterbangan. Rupanya dari luar supporter yang tidak memiliki tiket melempari kami yang di dalam sampe ada yang bocor -–“ aduuuh -–“memang hari penuh tragedy! Anarkis -–”
Cemooh supporter pada pemain Vietnam, sungguh membuat sakit perut. Ditambah komentar supporter untuk wasit.  Lebih hina lagi hahaha. Petugas kesehatan pun juga tidak terlewatkan untuk dikata-katain. Astagaaaa -_-“ tapi lucu banget hahaha. Bahkan ada orang tua yang membawa anaknya yang belum berusia 2tahun. Kece yaaa? :) tapi dengan situasi supporter yang seperti itu, benar-benar tidak disarankan membawa balita. Pantes aja, dari dulu aku melihat jarang banget anak kecil nonton bola di stadion, kaya gini rusuhnya -–“ lempar-lemparan, mabuk, mecah-mecahin botol. Ngga kondusif. Ngga menimbulkan rasa aman sama sekali! Saran aja sih, buat semua supporter, ngga terkecuali mau itu bonek, aremania, the jack, Viking, delta mania, la mania, persisam mania atau siapapun NO ANARCY IS KINDA COOL ACTION! Gitu aja sih. PEACE IS JUST KINDA GREAT ACTION.

Hanya bermodal 30 ribu! Kami menikmati pertandingan 2x45 menit, 2x15 menit dan adu pinalti 10 pemain, daaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaan dibayar dengan KEMENANGAN!!! WE ARE THE CHAMPION INDONESIA! AFTER 2 DECADES! AHAHHAHA. Saking bahagianya dan menegangkannya pertandingan ini, irsyad sampe njiwit-njiwit, ngeplak-ngeplak aku -____________- hahah but, ALL OF THESE ARE PAID! Perjuangan ke gelora delta, jatuh, mati lampu, ngga dapat pintu masuk, tawuran sama bonek, manjat tangga and finally WE WON! THANKS GOD! ALLAHU AKBAR! Kata Irsyad sih, IKI JENENGE JUARA NJOBO NJERO! HAHAH


JUARA NJOBO NJERO

Sepulang dari gelora delta, kami bersama supporter lainnya menyanyi sepanjang jalan. Konvoy! Hahaha :) how fun! Luka di kaki pun tidak terasa sakitnya. Hahah. Namun sayang moment menyanyi Indonesia Raya terlewatkan karena masih di luar lapangan –“
Terimakasih gelora delta, terimakasih sidoarjo, terimakasih 22 september 2013 :)

Saturday, 21 September 2013

pengkhianatan.


Adakah kau mengerti arti sebuah pengkhianatan?
     Bukan seperti Van Persie yang hijrah ke Manchester United meninggalkan Goners begitu saja. Bukan seperti Valentino Rosi yang berpindah dari Yamaha ke Ducati dan kembali lagi ke Yamaha. Atau bahkan bukan seperti Henry Tanoe Sudibyo yang hengkang dari NasDem menuju Hanura. Tak se sederhana itu!

Adakah kau merasa dikhianati?
     Bagaimana jika hanya kamu yang sadar bahwa bumi tak berotasi sesuai porosnya dan orang sekelilingmu tak pernah menyadarinya? Bagaimana jika hanya kau yang menyaksikan bahwa air tak lagi mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah? Bagaimana jika hanya kamu seorang yang mengetahuinya dan tak satupun orang lain menyadarinya?

Adakah yang bisa kau lakukan disaat kau sadar pengkhianatan itu nyata?

Akankah kau marah? Akankah kau murka? Akankah kau meledak-ledak? Akankah semua keharmonisan dunia ini hancur seketika?

Atau akankah kau diam saja melihat pengkhianatan tersebut?

     Ya, mungkin jika aku ada pada posisimu aku akan diam saja. Seperti yang kulakukan sekarang, menyadari ketidakbenaran yang (tidak sengaja) dibenarkan. Seolah tak punya daya atau memang tak berdaya? Seperti melakukan pembelaan “Yang penting aku tidak mengkhianati” padahal sebenarnya melihat pengkhianatan di depan mata sendiri dan tak berbuat apa-apa adalah bentuk lain dari pengkhianatan pada dunia luar! Aku tak bisa berkata jujur pada dunia bahwa telah terjadi pengkhianatan disini.

Seperti kata Fahd Djibran dalam bukunya yang berjudul “Yang Galau Yang Meracau”,
                “Aku juga sedih melihat banyak orang di sekelilingku kian banal saja. Mereka seolah kehilangan kemampuan untuk membedakan mana yang baik dan yang buruk, memilah mana keadilan dan pengkhianatan. Aku juga muak meilhat keputusasaan yang menular, kepedulian yang memudar”

Benar begitu hanya sebagai penyesalan, hanya sebatas pengakuan sedih. Sampai disitu. Apa yang bisa aku lakukan? :’)

Sayang, aku pun satu dari berjuta orang yang hanya diam saja melihat ketidakenaran terjadi. Ironi! 

Monday, 16 September 2013

Heart Attack (?)

Heart attack!
STOP! Don't think it too far! 
Never put my love out on the lineNever said yes to the right guyNever had trouble getting what I wantBut when it comes to you, I’m never good enough
Apa yang ada dibenak kalian? Jangan pernah mencintai diluar batas. Ya, itu benar. Karena cinta yang sesungguhnya itu adalah cinta yang cukup. Cinta yang tidak pernah berlebih dan tak kurang. Cinta yang berlebih adalah nama lain dari obsesi. Sementara cinta yang kurang tidak lain adalah sebuah keacuhan


When I don’t careI can play ‘em like a Ken dollWon’t wash my hairThen make 'em bounce like a basketball

Lalu, apa lagi ini? When I don’t care I can play ‘em like a Ken doll. Begitulah. Saat memang tak ada kepedulian dalam sebuah cinta, yang tersisa hanyalah sebuah permainan, just like Ken Doll.

But you make me wanna act like a girlPaint my nails and wear high heelsYes, you make me so nervousAnd I just can’t hold your hand

Haha! It's getting closer to the main point. Ya, apakah cinta merubah segalanya? I don't think so. Sewajarnya cinta menerima kita apa adanya. Logikanya, jika orang lain menyukai perubahan kita karena keinginannya, dengan kata lain dia menyukai cerminan dan bayangannya sendiri 

You make me glow, but I cover upWon’t let it show, so I’m
Puttin’ my defences up
'Cause I don’t wanna fall in loveIf I ever did thatI think I’d have a heart attack
Yeah! This time, it's my main point! Ya, He's. He makes me glow but i cover up. Won't let it show, so I'm Putting my defences up. Cause  I don't wanna fall in love. If I ever did that I think I'd have heart attack. You don't get my point, do you? Iya, beginilah. Jatuh cinta. Menyayangi lawan jenis ya bisa dibilang begitu. Semua berbalik. Segala macam teori hanya akan menjadi teori. Kalau bisa dibuat tinjuauan pustaka untuk laporan praktikum, ya syukur deh. Semua teori hanya akan menjadi teori. Karena rasa, bukan untuk dijelaskan lewat bahasa, bukan untuk dideskripsikan dengan kata-kata, bukan untuk dibayangkan dalam angan belaka, dan bukan untuk dilogika. Sebab rasa, adalah asa bagi sepasang orang yang memiliki rasa yang sama. Hahah. Sekeras apa benteng yang kau bangun untuk menghalanginya, dia akan tetap runtuh. Karenabenar-benar kau tak tau kapan dan siapakah yang meruntuhkan tembok tersebut. Get ready to get your turn guys.

Salik - Fahd Djibran

Nyeri bagai kawan yang selalu mengingatkan kita bahwa sekuat apapun seorang petualang menghadapi semua cobaan dan rintangan, kita bukan yang terkuat di antara semuanya - di atas segala sesuatu. Bahkan bisa jadi kitalah yang terlemah diantara semuanya - di bawah segala sesuatu. Hingga pada gilirannya kita tau bahwa bukan kuat atau lemah yang menjadi ukuran untuk menentukan "kemenangan" mencapai "pertemuan", tetapi seberapa ikhlas kita menerima kemungkinan bahwa yang menyakitkan memang harus kita rasakan dan yang menakutkan harus kita hadapi, kapanpun, di manapun. 

Hai, Plegmatis Koleris

Selamat malam, kamu.Ya, kamu yang berkarakter plegmatis koleris. Yang sedari tadi malam tidak menatapku sama sekali, yang sedari tadi kutunggu kabarnya, yang sedari tadi kunanti celotehannya.

Selamat malam, kangen. Ah. Kangen. Sudah lama aku tak merasakannya. Terkahir kali kurasa3-4 bulan yang lalu aku merasakannya. Kini rasa serupa itu muncul. Entah siapa objeknya. Aku tidak tau. Bohong! Aku menyadari siapa objeknya. Ya, kamu. Plegmatis Koleris :)

Selamat malam, aku. Haha. Lucu, ya? Beberapa minggu ini, aku rutin dapat ucapan selamat malam dari plegmatis koleris. Tapi dua malam terakhir tidak.Sedih? Nggg... Nggak sih. Kangen? IYAAAAAAAAA! Ahhhh! 
 
 
Copyright © que sera sera
Blogger Theme by BloggerThemes Design by Diovo.com