Monday, 27 April 2015

Ya, ia bukan dia

Aku merasa ada yang salah. Tentang degup jantungku.
Aku merasa ada yang sedang tak beres. Tentang desiran darah yang menghangat ke seluruh tubuh ini.
Aku merasa, logikaku sedang tak sehat. Tentang persetujuan yang ia berikan untuk hati.
*****
Dia,
Masih seperti biasa. Terlihat hebat dan beraura. Satu senyumannya saja, menciptakan reflek bahagia yang sempurna.
Dia,
Getar karenanya masih terasa, cukup dengan memejamkan mata, mengingat tentangnya dan bahagia yang ku rasa.
Dia,
Rasa padanya masih sama, tak perlu mengalir deras, cukuplah menetes yang menghidupkan. Rasa padanya masih sama, terpaut batas yang sulit dilampaui.
Dia,
Aku yakin dia tau, saling mencintai lebih baik daripada mencintai sendiri.
*****
Ia,
Kehadirannya ciptakan tawa,
Candanya hidupkan suasana,
Jahilnya bikin geleng-geleng kepala

Ia,
Ceritakan banyak hal yang tak aku tau,
Iringiku bernyanyi walau tak berirama,
Ajariku nikmati detik waktu ,
Nasihatiku tanpa paksa…
*****
Ya, ia… bukan dia…
Matahari boleh saja digdaya, raksasa, tapi bagi bumi, gravitasi bulanlah yang paling kuat, mengapa? Karena ia dekat – Azhar N.A

Malang, 25 April 2015 5:55 pm

0 comments:

Post a Comment

 
 
Copyright © que sera sera
Blogger Theme by BloggerThemes Design by Diovo.com