Perasaan itu bagaikan roller
coaster. Ada beberapa yang berlintasan pendek, dan ada pula yang berlintasan
panjang. Ada kalanya perasaan kita dalam kurun waktu yang pendek, artinya dia
sementara. Di lain sisi dia dapat bertahan dalam kurun waktu yang lama. Dia
berlintasan panjang seperti lintasan roller coaster. Ada juga yang naik
perlahan dan turun dengan drastis. Ada puncak ada dasar. Ya, perasaan kita
ibarat roller coaster. Bagaimana kita menyikapinya? Pun demikian. Dengan
menikmati, takut, berteriak ataupun excited?
Masih dengan roller coaster.
Badan roller coaster cukup panjang, dan saat ujung depan melintasi arena puncak
ujung belakang masih ada dibawah. Ya, begitupun dengan perasaan. Saat dua orang
kemudian berpasangan, salah satu merasakan puncak dari rasa itu tetapi yang
lain? Masih berada di dasar.
Ada suatu titik dimana setiap
orang merasakan bahagia saat bersama orang tertentu. Bahagia yang tak biasa.
Begitu mungkin bisa kukatakan. Bahagia yang disertai efek kupu-kupu di perutnya
J ah, hal itu adalah hal
yang paling bisa membuat pipiku me-merah dengan sendirinya. Hahha. Bodoh!
Sungguh tak ada yang bisa mengontrol efek kupu-kupu itu. Yang aku ingat, setiap
aku bertemu dengan orang itu, ya orang itu, efek itu selalu muncul.
Kembali ke roller coaster.
Baiklah, kuakui. Perasaan ku
sedang seperti roller coaster. Naik turun. Teriak, takut, senang dan
menikmatinya. Berada di puncak dan sesekali di dasar. Sedih? Tidak. Itu lumrah!
Bagaimana tidak kau merasakan jenuh? Bagaimana tidak kau tergoda bila ada orang
yang lebih baik? Ya, bila dilogika-kan semua itu mungkin terjadi. Tapi
sayangnya, hampir semua orang tak menggunakan logika saat sedang berada di
puncak perasaan. Tunggu. Dari tadi kubilang perasaan, adakah yang memahami
perasaan apa yang kumaksud?
Itulah perasaan sayang, cinta
atau apalah kau menyebutnya.
Semoga roller coastermu segera
sampai di titik perhentiannya, sehingga kadar perasaan mu dan pasanganmu juga
setara segeralah!

0 comments:
Post a Comment