Friday, 5 April 2013

Roller Coaster


Perasaan itu bagaikan roller coaster. Ada beberapa yang berlintasan pendek, dan ada pula yang berlintasan panjang. Ada kalanya perasaan kita dalam kurun waktu yang pendek, artinya dia sementara. Di lain sisi dia dapat bertahan dalam kurun waktu yang lama. Dia berlintasan panjang seperti lintasan roller coaster. Ada juga yang naik perlahan dan turun dengan drastis. Ada puncak ada dasar. Ya, perasaan kita ibarat roller coaster. Bagaimana kita menyikapinya? Pun demikian. Dengan menikmati, takut, berteriak ataupun excited?
Masih dengan roller coaster. Badan roller coaster cukup panjang, dan saat ujung depan melintasi arena puncak ujung belakang masih ada dibawah. Ya, begitupun dengan perasaan. Saat dua orang kemudian berpasangan, salah satu merasakan puncak dari rasa itu tetapi yang lain? Masih berada di dasar.
Ada suatu titik dimana setiap orang merasakan bahagia saat bersama orang tertentu. Bahagia yang tak biasa. Begitu mungkin bisa kukatakan. Bahagia yang disertai efek kupu-kupu di perutnya J ah, hal itu adalah hal yang paling bisa membuat pipiku me-merah dengan sendirinya. Hahha. Bodoh! Sungguh tak ada yang bisa mengontrol efek kupu-kupu itu. Yang aku ingat, setiap aku bertemu dengan orang itu, ya orang itu, efek itu selalu muncul.
Kembali ke roller coaster.
Baiklah, kuakui. Perasaan ku sedang seperti roller coaster. Naik turun. Teriak, takut, senang dan menikmatinya. Berada di puncak dan sesekali di dasar. Sedih? Tidak. Itu lumrah! Bagaimana tidak kau merasakan jenuh? Bagaimana tidak kau tergoda bila ada orang yang lebih baik? Ya, bila dilogika-kan semua itu mungkin terjadi. Tapi sayangnya, hampir semua orang tak menggunakan logika saat sedang berada di puncak perasaan. Tunggu. Dari tadi kubilang perasaan, adakah yang memahami perasaan apa yang kumaksud?
Itulah perasaan sayang, cinta atau apalah kau menyebutnya.
Semoga roller coastermu segera sampai di titik perhentiannya, sehingga kadar perasaan mu dan pasanganmu juga setara  segeralah!

0 comments:

Post a Comment

 
 
Copyright © que sera sera
Blogger Theme by BloggerThemes Design by Diovo.com