Percayalah,
kesedihan adalah hadiah agar pada saatnya kita dihibur dengan cara paling
membahagiakan – Fahd Djibran
Ringan, yang kita perbincangkan. Hangat,
suasana yang tercipta. Membawa kebahagiaan. Terkadang Tuhan memang mengantarkan
kita pada rasa syukur dengan cara yang tidak sepenuhnya kita pahami. Mungkin saja,
dalam satu hari kita akan mengalami kejadian dengan suasana yang berbeda-beda. Hingga
di penghujung hari kita akan dapat menyimpulkan tentang apa yang ingin Tuhan
ajarkan pada kita. Sederhana. Tuhan ingin kita menyadari hal sederhana yang
dapat kau syukuri hasilnya yang dapat kau hargai perjuangan untuk
mendapatkannya.
Semangkuk bakso yang nikmat
menghantarkan pada keakraban. Segelas cokelat panas menyimpan kesan
membahagiakan. Mungkin sepatutnya manusia bersyukur. Tuhan menciptakan kakao di
muka bumi, hingga dapat kau nikmati bahan penyegarnya, membangkitkan gairah
hidup, membangkitkan syaraf-syaraf kebahagiaan. Kalaupun aku ingin
berterimakasih padaMu, cukupkah dengan kubuat mereka tertawa bahagia, Tuhan? Haruskah
aku mengucap secara lisan bila perbuatan jauh lebih mengesankan?
Terimakasih. Terimakasih untuk hari
ini, Tuhan J
Tersadar aku akan kebahagiaan dari
kesederhanaan, kebersamaan, dan ketulusan dibalik segala peristiwa, dibalik
segala ego, dibalik segala kemunafikan yang ada di dunia ini.
Selamat ulang tahun, Fatma
Kurniawati. Happy 21st ya, dear! Dibalik semua kesederhanaan
perayaan ulang tahunmu, tangkaplah kasih kami kepadamu. Semua keinginan dan
harapanmu, aku dan kita semua yang mengamini. Berbahagialah! J
-dwi
febrilia ar, puti fathima adinta, cikal marhaen-
0 comments:
Post a Comment