Mungkin kita adalah satu.
Benar! Kita memang satu, aku dan
diriku. Dalam satu tubuh, dalam satu jiwa.
Benar! Kita memang satu, aku dan
diriku. Dalam satu ruh, dalam satu nyawa.
Tapi, tunggu...
Benarkah kita satu?
Mungkin kita tidaklah satu.
Ya, rasanya begitu. Kita memang
tidak satu, kamu dan diriku. Kita terpisah dengan logika dan hati.
Ya, rasanya begitu. Kita memang
tidak satu, kamu dan diriku. Kita seringkali berbeda, tak sama, tak satu, tak
sejalan. Kamu dengan keinginan duniawimu, dan diriku dengan kebutuhan hati dan
rohaniku.
Kita memang satu, tapi kurasa kita berbeda dalam beberapa hal, begitu
juga katamu…
Apakah ini sebuah ketidakwajaran? Ataukah ini hanyalah sebuah cara?
Kini izinkan aku berdialog
denganmu… maaf mungkin denganku lebih tepatnya…
Untuk menengahi kemelut yang
tercipta…
Hai aku…
(maaf) saat aku melihat pantulan wajahmu(ku)
di cermin, aku melihat kekosongan. Kenapa?
(maaf) saat aku merasakan langkah kakimu(ku)
mengarah, aku merasakan keraguan. Kenapa?
(maaf) saat aku merasakan jemarimu(ku) saling
menggenggam, aku merasakan kegelisahan. Kenapa?
(maaf) saat aku menangkap gambar matamu(ku)
di kamera, aku merasakan ketakutan. Ada apa?
Kau tak perlu menjawab panjang
lebar. Kau tak perlu menjelaskan apapun, padaku. Jika semua pernyataan (maaf)ku
adalah benar anggukkan saja kepalamu. Dan renungkan. Kemana saja kau selama
ini? Bukankah katamu kita harus sering berdialog agar tetap waras? Bukankah
katamu kita harus berdiskusi supaya mantap?
Ada apa?
Jika kau ingin menangis,
luapkanlah. Tak ada satupun peragu yang yakin akan kesalahannya.
Jika kau ingin berteriak,
lantangkanlah. Tak ada satupun teriakan hati yang terdengar oleh manusia.
Tata-lah kembali jika kau rasa
sudah terlalu berantakan
Alunkan lagi, nada-nada penyemangat
dan falset-falset kuat berkarakter dalam dirimu
Hidupkanlah, yang mati dalam
dirimu, ambisimu, mimpi-mimpi indahmu, cita-citamu.
Yakinlah, imanmu akan membawamu
berbahagia, tertawa, dan damai bersamaNya.
Ingatlah bahwa kita adalah satu yang terkadang tak bisa menyatu…
Malang, 13 April 2015
20.54 pm
0 comments:
Post a Comment