Tuesday, 5 May 2015

Surat untuk Aku





Mungkin kita adalah satu.
Benar! Kita memang satu, aku dan diriku. Dalam satu tubuh, dalam satu jiwa.
Benar! Kita memang satu, aku dan diriku. Dalam satu ruh, dalam satu nyawa.
Tapi, tunggu...
Benarkah kita satu?
Mungkin kita tidaklah satu.
Ya, rasanya begitu. Kita memang tidak satu, kamu dan diriku. Kita terpisah dengan logika dan hati.
Ya, rasanya begitu. Kita memang tidak satu, kamu dan diriku. Kita seringkali berbeda, tak sama, tak satu, tak sejalan. Kamu dengan keinginan duniawimu, dan diriku dengan kebutuhan hati dan rohaniku.
Kita memang satu, tapi kurasa kita berbeda dalam beberapa hal, begitu juga katamu…
Apakah ini sebuah ketidakwajaran? Ataukah ini hanyalah sebuah cara?
Kini izinkan aku berdialog denganmu… maaf mungkin denganku lebih tepatnya…
Untuk menengahi kemelut yang tercipta…
Hai aku…
(maaf) saat aku melihat pantulan wajahmu(ku) di cermin, aku melihat kekosongan. Kenapa?
(maaf) saat aku merasakan langkah kakimu(ku) mengarah, aku merasakan keraguan. Kenapa?
(maaf) saat aku merasakan jemarimu(ku) saling menggenggam, aku merasakan kegelisahan. Kenapa?
(maaf) saat aku menangkap gambar matamu(ku) di kamera, aku merasakan ketakutan. Ada apa?
Kau tak perlu menjawab panjang lebar. Kau tak perlu menjelaskan apapun, padaku. Jika semua pernyataan (maaf)ku adalah benar anggukkan saja kepalamu. Dan renungkan. Kemana saja kau selama ini? Bukankah katamu kita harus sering berdialog agar tetap waras? Bukankah katamu kita harus berdiskusi supaya mantap?
Ada apa?
Jika kau ingin menangis, luapkanlah. Tak ada satupun peragu yang yakin akan kesalahannya.
Jika kau ingin berteriak, lantangkanlah. Tak ada satupun teriakan hati yang terdengar oleh manusia.
Tata-lah kembali jika kau rasa sudah terlalu berantakan
Alunkan lagi, nada-nada penyemangat dan falset-falset kuat berkarakter dalam dirimu
Hidupkanlah, yang mati dalam dirimu, ambisimu, mimpi-mimpi indahmu, cita-citamu.
Yakinlah, imanmu akan membawamu berbahagia, tertawa, dan damai bersamaNya.
Ingatlah bahwa kita adalah satu yang terkadang tak bisa menyatu…
Malang, 13 April 2015
20.54 pm

0 comments:

Post a Comment

 
 
Copyright © que sera sera
Blogger Theme by BloggerThemes Design by Diovo.com