Minggu 22 September 2013
Ini cerita tentang dua sahabat yang mengejar kesempatan nonton final AFF U-19 di Gelora Delta, Sidoarjo
Exciting! Kata-kata pertama yang patut ku-ucapkan untuk hari itu. Ya, pertama kalinya, saya Dwi Febrilia Anjarwati Rahayu nonton TIMNAS main. Hihihi. Very special thanks to Irsyad Syawalufdin Prasetya who invited me to watch this moment. Harusnya, kami berangkat jam 3 sore. Underline it please. HARUSNYA! Hahah. Tapi, karena ada kewajiban lain, keberangkatan harus ditunda hingga jam setengah 5 sore. Deeply sorry to Irsyad, it was because of mine :(
Perjalanan menuju Gelora Delta tidak semulus yang diharapkan. Ya, high expectation much disappointment gitu sih kayanya hihihi. Ngejar waktu, kita ngebut. Baru aja ngingetin irsayd buat pelan-pelan, eh tau-tau ada motor yg mau nyebrang dan berhenti begitu saja. Posisi jalanan kosong, dan laju kendaraan tinggi daaan, terjadilaaah~ kami jatuh ke kiri jalan dan terseret 10 meteran dari motor. Lumayan ya. Hihihi. Alhamdulillah, bapak dan ibu yang nyebrang sehat-sehat aja Cuma jatuh begitu saja. Syukurlah, Allah memang Maha Melindungi. Allah juga Maha Berkehendak. Kun fa ya kun! Yang terjadi terjadilah!
Luka di punggung kaki kiri sama dengkul kaki kiri. Irsyad yang kasian. Dia abis jatuh seminggu lalu eh jatuh lagi kemaren –-“ yaaah. Untung aja Cuma jari manis sama kelingkingnya yang luka. Alhamdulillah :) sementara itu temen-temen yang udah duluan berangkat ikut-ikutan khawatir tentang keadaan kami. Uaah saking sayangnya sama temen :3 hihihi
Kami melanjutkan perjalanan walaupun sempet deg-degan juga. Khawatir irsyadnya tau-tau ngga kuat di jalan, terus aku gimana? Masa aku yang nyetir? Mau dibawa kemana kalo aku yang nyetir? Wkwkkwkw. Kami mencari apotek sepanjang jalan menuju sidoarjo. Daaan ngga ada satu pun apotek yang buka. Terus kami lanjutkan perjalanan sampai akhirnya menemukan apotek tapiii kebablas -–“ Ngga cukup sampe disitu, dijalan aku deg-deg-an terus gara-gara berbagai kejadian di jalanan. Sampai saatnya kami tiba di bunderan porong (yang mau ke tol). Awalnya terang benderang, lampu kota hidup semua, eh tau-tau pas kami lewat….. semua lampu mati secara berurutan! Jalanan gelap! Wiiih ngeri -_- udah gitu lampu motor yang harusnya nyorot ke bawah malah nyorot ke atas -_- udah kaya lampu sorot panggung aja :’) ngeriii di jalan. Deg-degan terus!
Hingga sampailah kami di kota sidoarjo dan baru menemukan apotek! Alhamdulillah :) Allah memang Maha Memberi baik itu rezeki ataupun musibah :’) setelah membeli peralatan untuk membersihkan luka kami bergegas menuju stadion gelora delta sidoarjo. Sesampainya disana, kami berkeliling untuk mencari gerbang yang masih buka dan mengambil tiket dari teman yang sudah di dalam. Namun, sekali lagi cobaan dating lagi. Semua pintu sudah tutup kecuali pintu 9 sementara tiket kami ada di pintu 7. Kami terus mencari kawan yang membawa tiket kami hingga pada akhirnya tiket tersebut di titipkan pada petugas dan akhirnya kami memegang tiket masuk. Alhamdulilah :)
Satu tahap terlewati sudah. Tiket sudah di tangan dan kini waktu kami untuk masuk ke stadion. Sayangnya, musibah tidak hanya sebatas itu saja. Masih harus melewati rintangan gerbang yang diitutup, supporter yang ricuh karena mereka punya tiket tapi ngga bias masuk –-“ ditambah supporter dengan nama b***k yang mabuk -_- lengkap sudah. Di pintu 9, supporter yang tidak punya tiket, naik dengan bantuan syal, lalu saat satu-satu nya pintu yang masih buka adalha pintu 9, kami antri daaan kurang 10 orang depan kami, pintu di tutup -_- tolong! Setelah pntu ditutup b***k ricuh -_- terpaksa para polisi melepaskan anjing herder (bener gini ga sih tulisannya?) supporter berhamburan. Berlari ke arahku, menginjak-injak kakiku yang baru terluka akibat insiden kecelakaan tadi sore -__________-. Menyedihkan -–“ mereka jatuh menimpaku. Grrrrr! Irsyad marah-marah pada b***k. Akhirnya kami cari tempat aman dan tibalah kami di sebuah mushola. Irsyad melakukan solat dan aku membersihkan luka. Hingga ada polisi menghampiri kami dan menanyakan, kenapa. Kami menceritakan dan pak polisi pun menyarankan untu tidak masuk stadion karena ini penuh sesak –-“kami speechless. Ada rasa kecewa. Tapi mau bagaimana lagi, irsyad pun sudah menyerah. Akhirnya aku mengiyakan untuk menonton di layar lebar saja. Dengan syarat, kita melewati pintu 7. Irsyad mengiyakan. Lalu kami berangkat menuju layar lebar.
Sambil berjalan melewati pintu 7, aku memandangi segerombolan supporter yang masih setia antre supaya diizinkan masuk. Sekali lagi, kun fay a kun! Bila Allah berkehendak maka terjadilah! Tiba-tiba petugas menginstruksikan semua supporter yang memiliki tiket diperkenankan masuk. ALLAHU AKBAR! And after all this time we can join inside the stadium! ALHAMDULILLAH :)
Akhirnya aku dan irsyad bisa masuk stadion! Setelah perjalanan panjang kami. Bisa masuk stadion bukan berarti kami mendapatkan tempat yang nyaman. Bahkan kami tak bias melihat sedikitpun pemain yang bertanding. Ketika bertanya pada polisi yang bertugas, beliaunya malah marah-marah –-“ akhirnya kami putuskan buat manjat tangga dan naik ke tribun paling atas. Dan berjalan menyusuri papan skor dan akhirnya ketemu ucup dan burr!!!! Aaaah senangnyaaa!!!! Akhirnya kami bisa nonton!!! ALLAHU AKBAR!!!
![]() |
| INDONESIA!!! |
Sepanjang pertandingan sangatlah kami nikmati. Umpan-umpan yang tak kunjung berbuah gol pun adalah hysteria yang tidak akan terlupakan. Hahaha. Ya, inilah euphoria final. Timnas bro!!! timnas!!! Hahahha. Namun tiba-tiba, botol-botol berterbangan. Rupanya dari luar supporter yang tidak memiliki tiket melempari kami yang di dalam sampe ada yang bocor -–“ aduuuh -–“memang hari penuh tragedy! Anarkis -–”
Cemooh supporter pada pemain Vietnam, sungguh membuat sakit perut. Ditambah komentar supporter untuk wasit. Lebih hina lagi hahaha. Petugas kesehatan pun juga tidak terlewatkan untuk dikata-katain. Astagaaaa -_-“ tapi lucu banget hahaha. Bahkan ada orang tua yang membawa anaknya yang belum berusia 2tahun. Kece yaaa? :) tapi dengan situasi supporter yang seperti itu, benar-benar tidak disarankan membawa balita. Pantes aja, dari dulu aku melihat jarang banget anak kecil nonton bola di stadion, kaya gini rusuhnya -–“ lempar-lemparan, mabuk, mecah-mecahin botol. Ngga kondusif. Ngga menimbulkan rasa aman sama sekali! Saran aja sih, buat semua supporter, ngga terkecuali mau itu bonek, aremania, the jack, Viking, delta mania, la mania, persisam mania atau siapapun NO ANARCY IS KINDA COOL ACTION! Gitu aja sih. PEACE IS JUST KINDA GREAT ACTION.
Hanya bermodal 30 ribu! Kami menikmati pertandingan 2x45 menit, 2x15 menit dan adu pinalti 10 pemain, daaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaan dibayar dengan KEMENANGAN!!! WE ARE THE CHAMPION INDONESIA! AFTER 2 DECADES! AHAHHAHA. Saking bahagianya dan menegangkannya pertandingan ini, irsyad sampe njiwit-njiwit, ngeplak-ngeplak aku -____________- hahah but, ALL OF THESE ARE PAID! Perjuangan ke gelora delta, jatuh, mati lampu, ngga dapat pintu masuk, tawuran sama bonek, manjat tangga and finally WE WON! THANKS GOD! ALLAHU AKBAR! Kata Irsyad sih, IKI JENENGE JUARA NJOBO NJERO! HAHAH
![]() |
| JUARA NJOBO NJERO |
Sepulang dari
gelora delta, kami bersama supporter lainnya menyanyi sepanjang jalan. Konvoy!
Hahaha :) how fun! Luka di kaki pun tidak terasa sakitnya. Hahah. Namun sayang moment
menyanyi Indonesia Raya terlewatkan karena masih di luar lapangan –“
Terimakasih
gelora delta, terimakasih sidoarjo, terimakasih 22 september 2013 :)


0 comments:
Post a Comment