Nyeri bagai kawan yang selalu mengingatkan kita bahwa sekuat apapun seorang petualang menghadapi semua cobaan dan rintangan, kita bukan yang terkuat di antara semuanya - di atas segala sesuatu. Bahkan bisa jadi kitalah yang terlemah diantara semuanya - di bawah segala sesuatu. Hingga pada gilirannya kita tau bahwa bukan kuat atau lemah yang menjadi ukuran untuk menentukan "kemenangan" mencapai "pertemuan", tetapi seberapa ikhlas kita menerima kemungkinan bahwa yang menyakitkan memang harus kita rasakan dan yang menakutkan harus kita hadapi, kapanpun, di manapun.
Monday, 16 September 2013
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment