Untuk temanku yang sedang menata hati,
Mungkin aku
tidak begitu mumpuni untuk memberi petuah dan mungkin aku tidak terlalu pantas
untuk menasehati, sebab aku bahkan tidak lebih baik dalam menata hati. Tetapi,
mungkin ada rasa ingin berbagi dariku, dari kami sahabat-sahabatmu.
Untuk temanku yang sedang menata hati,
Kami
tau, kisah kasihmu dengan lagu kunto aji adalah sebuah kontradiksi. Kami tau,
saat ini kamu mungkin sedang berbenah diri, menyusun kembali kehidupan yang
dulunya telah rapi. Kami tau, saat ini kamu sedang mencoba untuk kembali
berdiri dari kisah kasih yang pahit ini.
Untuk temanku yang sedang menata hati,
Berkali-kali
kami melihatmu menyembunyikan sesuatu, dibalik senyummu. Kami sadar kamu
menahan sakit, dibalik kelakuan konyolmu. Kami memahami hatimu sedang meradang
ditengah-tengah candaanmu. Kami tau itu.
Untuk temanku yang sedang menata hati,
Jangan bersedih
kawan, janganlah kau bermuram hati. Jangan khawatir kawan, janganlah kau takut
sendiri. Jangan murung kawan, jangan kau tangisi semua ini.
Ingatlah, ada
kami. Kami tak akan biarkan kau sendiri. Kami akan selalu menemani. Jika kini
kau merasa sakit akan kehilangan, aku ingatkan satu hal, bahwa dengan kehilangan
kita akan belajar untuk kembali menemukan. Jika kini kau sedang sedih karena tak
ada pundak yang menyanggamu, ingatlah ada sajadah untuk bersujud, yang akan
selalu menjadi tempat ternyaman untuk bersandar. Jika kini kau sedang kalut, bacalah
ayat-ayat suci yang sejukkan rohani.
Untuk temanku yang sedang menata hati,
Nasehat kami,
jangan takut akan kekosongan. Berterimakasihlah pada kekosongan yang
mengizinkan kau bertemu dan belajar hal-hal baru – windy ariestanty
Surat ini, untuk sahabatku, teman
perjalanan, teman bercanda, teman yang sangat sabar, teman yang pernah ganteng,
teman yang mirip tompi…
With love,
Difar-Fitha-Ayu
| our togetherness |
1 comments:
terimakasih kak :)
Post a Comment