Dulu seorang teman, pernah menanyakan padaku:
'Bagimu apa itu positif?' Spontan saja aku menjawab 'Positif adalah rasa syukur'
'Kenapa begitu?' Lanjutnya
'Aku tidak dapat menjelaskan. Bolehkah aku menjawab dengan memberikan gambaran?'
'Tentu, silahkan'...
Begini, teman....
Menjadi seorang anak dari kedua orang tua yang tanpa pamrih mengasihi putra putrinya adalah sebuah anugerah,
Menjadi adik dari seorang kakak yang murah hatinya adalah sebuah berkah,
Memiliki keluarga yang utuh dan harmonis adalah hal yang lebih dari indah,
Menjadi sahabat orang hebat seperti mereka adalah sebuah dorongan,
Mempunyai panggilan keceng dari teman-teman yang buncit adalah hal yg dirindukan,
Membagi ilmu pada adik-adik seperti mereka adalah bentuk pengabdian,
Begitu aku menggambarkan padanya, dia melanjutkan pertanyaan,
'Hidupmu nampak sempurna dan bahagia, benar begitu?'
'Tidak' jawabku sembari tersenyum
'Lalu kenapa gambaran yang kau beri seolah-olah tak ada celah untuk duka, kecewa dan amarah?'
'Karena aku bersyukur' begitu aku katakan lagi padanya
Raut wajahnya bingung, masih belum memahami maksudku
'Singkatnya, bersyukur diawali dengan bagaimana kamu menerima apa yang terjadi padamu, apa yang ada di sekelilingmu, dan apa yang kau miliki dan tidak kau miliki'
'Hmm, lalu semudah itu bisa bersyukur?' 'Setelah kau menerima kondisimu, jangan tutup matamu dengan hal yang tidak kau ketahui. Karena kau akan semakin jauh dari rasa syukur. Carilah sisi positif dari apapun yang kamu alami. Dengan itulah kau tau alasan kenapa hal itu terjadi padamu. Ingatlah, sesulit apapun keadaan pasti ada kemudahan dibalik semua itu. Ingat, Tuhan telah mengatakan 'Bahwa dibalik kesulitan ada kemudahan, dibalik kesulitan ada kemudahan' kau masih ragu?'
'Hmmm...'
'Hidup adalah bagaimana kamu memaknainya, memaknai syukurmu pada Yang Maha Kuasa. Hidup adalah bagaimana kau menempatkan syukur dan egomu, sejauh mana syukur dan ego berkompetisi menguasai hati. Berikan sedikit ruang pada ego, karena dia lah yang memberi dinamika kehidupan, namun beri ruang yang lebih luas untuk syukurmu, karena dia lah yang memberimu arti kehidupan'
Dia tersenyum...
'Syukurlah kau telah memahami apa maksudku'
Tasikmalaya, 8 Februari 2014.
Selamat 8 Februari 2014, Dwi Febrilia Anjarwati Rahayu. Bersyukurlah, berbahagialah!
'Bagimu apa itu positif?' Spontan saja aku menjawab 'Positif adalah rasa syukur'
'Kenapa begitu?' Lanjutnya
'Aku tidak dapat menjelaskan. Bolehkah aku menjawab dengan memberikan gambaran?'
'Tentu, silahkan'...
Begini, teman....
Menjadi seorang anak dari kedua orang tua yang tanpa pamrih mengasihi putra putrinya adalah sebuah anugerah,
Menjadi adik dari seorang kakak yang murah hatinya adalah sebuah berkah,
Memiliki keluarga yang utuh dan harmonis adalah hal yang lebih dari indah,
Menjadi sahabat orang hebat seperti mereka adalah sebuah dorongan,
Mempunyai panggilan keceng dari teman-teman yang buncit adalah hal yg dirindukan,
Membagi ilmu pada adik-adik seperti mereka adalah bentuk pengabdian,
Begitu aku menggambarkan padanya, dia melanjutkan pertanyaan,
'Hidupmu nampak sempurna dan bahagia, benar begitu?'
'Tidak' jawabku sembari tersenyum
'Lalu kenapa gambaran yang kau beri seolah-olah tak ada celah untuk duka, kecewa dan amarah?'
'Karena aku bersyukur' begitu aku katakan lagi padanya
Raut wajahnya bingung, masih belum memahami maksudku
'Singkatnya, bersyukur diawali dengan bagaimana kamu menerima apa yang terjadi padamu, apa yang ada di sekelilingmu, dan apa yang kau miliki dan tidak kau miliki'
'Hmm, lalu semudah itu bisa bersyukur?' 'Setelah kau menerima kondisimu, jangan tutup matamu dengan hal yang tidak kau ketahui. Karena kau akan semakin jauh dari rasa syukur. Carilah sisi positif dari apapun yang kamu alami. Dengan itulah kau tau alasan kenapa hal itu terjadi padamu. Ingatlah, sesulit apapun keadaan pasti ada kemudahan dibalik semua itu. Ingat, Tuhan telah mengatakan 'Bahwa dibalik kesulitan ada kemudahan, dibalik kesulitan ada kemudahan' kau masih ragu?'
'Hmmm...'
'Hidup adalah bagaimana kamu memaknainya, memaknai syukurmu pada Yang Maha Kuasa. Hidup adalah bagaimana kau menempatkan syukur dan egomu, sejauh mana syukur dan ego berkompetisi menguasai hati. Berikan sedikit ruang pada ego, karena dia lah yang memberi dinamika kehidupan, namun beri ruang yang lebih luas untuk syukurmu, karena dia lah yang memberimu arti kehidupan'
Dia tersenyum...
'Syukurlah kau telah memahami apa maksudku'
Tasikmalaya, 8 Februari 2014.
Selamat 8 Februari 2014, Dwi Febrilia Anjarwati Rahayu. Bersyukurlah, berbahagialah!
1 comments:
bahagia sekali melihat teman berkarya
ternyata dunia memang bulat
Post a Comment