Sunday, 2 February 2014

ketiadaan



Jadi tiada itu sebenarnya ada kan? Lalu dimana letak ketiadaannya?

Aku membaca ulang kalimatmu. Menerka ulang apa maksud yang ada didalamnya. Bisa jadi dia bermakna luas ataupun tidak bermakna sama sekali.
Sesekali aku berfikir, apakah aku selalu berada di antara orang yang sungguh-sungguh mempesonaku? Orang yang sungguh-sungguh sulit untuk kugapai? Apa benar?
***
“Aku sudah punya pacar”
“Ya? Wah. Mas yang kau ceritakan itu?”
“Bukan! Kan aku sudah bilang itu cuma sesaat.”
“Lalu?”
“Kamu pasti tidak mengira”
“Satria?”
“…..”kamu mengangguk pelan, aku berekspresi datar. Hening beberapa detik, lalu bersuara.
“Wah, gimana ceritanya? Hahahah” tawaku menggelegak
“Panjang, dan kamu tau dia itu diluar perkiraan. Dia ngga sedingin yang aku bahkan kita bayangkan. Dia itu unyuuu!” kau antusias menceritakannya, aku antusias mendengarnya.
“ya jadi gitu… hahahah…”kau menceritakan panjang lebar tentang rasamu, rasa bahagiamu, bukan tentang detil kejadiannya, kau bahagia sekali.
***
Aku menarik nafas panjang. Kembali mengingat kata-katamu. Tentang ketiadaan. Inikah? Inikah yang kau maksud? Atau aku yang hanya mencoba mengaitkan dengan kejadian ini?
Iya, ketiadaan itu ada. Dia nyata. Lalu bagaimana kita menyadari dia tiada? Saat dia tidak lagi dapat dilihat? Didengar? Dirasa? Disentuh? Dicium?
Aku pernah berdoa, pada Tuhan, jika aku boleh memilih jodoh, sempat kupinta kamulah jodohku. Sempat aku sampaikan dalam doaku, “Tuhan, jika kau berkenan, izinkan aku mempunyai imam dia, imam sholatku kali ini”. Tak hanya sekali kupanjatkan, doa-doa itu.
***
“Dia bilang, terkadang kita tidak menyadari orang yang kita butuhkan adalah orang yang pertama kali terlintas dipikiran. Kita terus menerus mengejar orang yang kita inginkan, padahal kita sudah tau siapa yang kita butuhkan, hanya saja kita ngga sadar” begitu kamu bilang tentangnya
“Ohya? Itu emang bener. Menurutku juga begitu. Hahaha. Yaudah sih, kalian sudah menemukan yang kalian butuhkan” jawabku santai
“Kamu tau? Dia ituuuu unyuuuuuu banget!”
“Dimana letak keunyuannya?” tanyaku pendek
“Ahhhh! Pokoknya unyu gituuuu, aaaaah….” Kau kagum sekali tampaknya, dia sempurna sepertinya.
“Keep them happy God” doaku dalam hati
***
Ya, kini aku tau ketiadaan itu ada. Saat kau kehilangan harapan pada orang yang kau harap, saat kau tak lagi melihat dia dengan mata berbinar ke matamu, saat kau hanya bisa mendengar dia bahagia bersama yang lain, saat kau hanya mampu mendoakannya dalam ketiadaan, dalam diam, dalam sunyi, ketiadaan itu ada.
Jika sujiwo tedjo bilang puncak kangen sepasang kekasih adalah pada saat keduanya saling mendoakan, maka aku bilang puncak rasa seseorang adalah saat dia mendoakan kebahagiaan orang yang ia kasihi bersama orang lain.  J
Dunia ini sendiri pun lahir dari ketiadaan. Karena lahir dari ketiadaan, mengapa pula harus mencemaskan kehilangan? Ketiadaan itu meluaskan, kata Ibu, dan mempertemukan manusia dengan banyak hal, di antaranya cinta – Windy Ariestanty
 Inspired by - Windy Ariestanty, @sujiwotedjo and @RifqiPrasetyo

0 comments:

Post a Comment

 
 
Copyright © que sera sera
Blogger Theme by BloggerThemes Design by Diovo.com