Jika ada hal yang paling
dihindari oleh manusia, pastilah ia ‘kesedihan’. Jika ada hal yang paling
ditakuti manusia, pastilah ia ‘kematian’ dan jika ada hal yang paling ditunggu
oleh manusia, pastilah ia ‘kebahagiaan’.
Ada banyak cara yang dilakukan
oleh Tuhan untuk mengajarkan keseimbangan dalam hidup. Ada banyak takdir yang
ditentukan oleh Tuhan untuk memberitau kita bahwa ada keadilan dalam dunia ini.
Ada kesedihan? Pasti akan juga ada kebahagiaan. Ada gelak tawa? Pasti akan juga
ada tangis haru. Ada kematian? Ya, pasti kelak ada kelahiran. Ada kehilangan? Maka
akan ada ‘menemukan’.
*****
Kemarin aku melihat, sosok wanita
bertatapan kosong. Dia duduk sendiri di keramaian, di saat ada hingar bingar di
sekitar. Aku menghampirinya, mencoba seramah mungkin dengannya. Entah
bagaimana, dia menceritakan kisahnya…
Satu tahun telah berlalu. Katanya,
hari ini adalah ‘Hari Kelahirannya’. Kini dia sedang mengenang tahun lalu, di
tanggal yang sama. Satu tahun lalu, pukul 00.00 dia terjaga, mendengar nada
dering handphone nya. Dengan bahagianya, dia mengucapkan terimakasih,
diseberang sana kekasihnya menyanyikan lagu ulang tahun untuknya. Hal yang
sangat jarang dia dapatkan, sepanjang hidupnya belum pernah ada nyanyian ulang
tahun dari kekasih-kekasih sebelumnya. Dia bahagia sekali saat mengenangnya. Senyumnya
terkembang jelas di raut wajahnya. Namun, satu tahun telah merubah banyak hal,
katanya. Tahun ini, tidak ada panggilan telepon tengah malam dengan nyanyian
gembira lainnya. Tahun ini, dia tak lagi bersama kekasihnya. Kali ini mimik
wajahnya berubah, tatapan matanya lemah, Bahasa tubuhnya terlihat tak
tenang. Dia menopang dagu, sambil melihat ke bawah, terdiam beberapa detik,
lalu mencoba menghilangkan raut sedihnya. Dia Nampak mengingat-ingat suatu hal
lain. Kini raut wajahnya kembali tersenyum, ekspresi matanya bersinar. Sekali lagi
dia mengatakan bahwa satu tahun merubah banyak hal. Memang benar, tahun ini tak
ada ucapan special dari pasangannya, tapi di tahun ini dia mendapat banyak hal special
dari banyak kejadian. Kue kecil tengah malam, canda tawa dan kado sederhana bersama
teman-teman adalah hal special yang ia dapatkan. Belum lagi, rekan kerja baru,
lingkungan baru yang ia miliki saat ini.
Dia bergumam panjang, aku kurang
jelas mendengarnya, terlalu bising disini. Dia meneguk air mineral lalu
tersenyum. Pandangannya ada pada satu orang. Dia melambaikan tangan, orang itu
menghampiri kami. Aku tidak tau orang itu siapa, kelihatannya pria ini teman
baik wanita yang belum kuketahui namanya. Jam sudah menunjukkan 23.50, aku
mulai mengantuk. Pria itu berbincang sebentar dengannya, tak lama pria itu
berlalu. Dia berjalan ke kerumunan meninggalkan kami. Wanita itu memperhatikan
langkah temannya, kemudian dia tertunduk dan menghela nafas seperti kecewa. Tiba-tiba
pria itu berteriak, memanggil sang wanita “Far, Selamat ulang tahun” sambil
tersenyum lebar. Wanita itu terperangah dan membalas senyum sang pria. “Terimakasiiiiih.
Kamu ingat?” Sang pria hanya tersenyum, lalu berbaur di kerumunan. Wanita itu tersenyum
dan bergeming panjang sekali tapi aku tak bisa mendengarnya, kepalaku berat
karena mengantuk. Kemudian dia berbisik ke telinga kiriku, “Aku bahagia dia
mengingat ulang tahunku. Tiga tahun belakangan ini, dia selalu menjadi yang
terakhir mengucapkannya. Aku belum bisa menebak apa artinya. Hanya saja aku
bahagia tiap dia mengucapkannya. Mungkin aku sekali lagi, menemukan” Pipinya
me-merah, dia menahan malu, dia tersenyum sangat bahagia aku pun jadi tersenyum
melihatnya. Beberapa saat kemudian dia memanggil pelayan, meminta dua botol
beer. Dia meneguknya hingga mabuk. Aku hendak membangunkannya untuk
mengantarnya pulang. Aku mengguncang badannya, “Far, Far, Bangun Far” namun dia
tak kunjung terjaga. Aku merebahkan punggungku di sofa, kantukku sudah tak
tertahan lagi, terpaksa ku abaikan wanita itu. Tiba-tiba aku mendengar
seseorang berteriak di telingaku, “DIFAAAAR, SELAMAT ULANG TAHUUUN!” aku
terjaga. Kaget sekali rasanya, aku menoleh sekeliling, tak kutemui wanita random
yang bercerita banyak hal denganku semalam. Yang kutemui hanya Kasur, guling,
bantal dan teman-temanku dengan kue dan kado lucu. Ternyata semua itu hanya….
Selamat ulang tahun Dwi Febrilia Anjarwati Rahayu, harapan untukku
dariku adalah selalu menjadikan Tuhan Nomor satu, nikmatilah esensi kehidupan,
Lakukan yang terbaik selagi aku mampu. Bahagiakan orang lain. Jangan menjadi
budak ambisi namun juga jangan terlena akan kenikmatan. Ciptakan kebahagiaanmu,
Nak : )
Terimakasih atas segala, ucapan,
doa, kado surprise dan pengharapan. Mudah-mudahan harapan dan doa kalian dapat
menjadi cambuk bagiku untuk berbenah. Feel
blessed to have all of you, I love you all : )

1 comments:
Membaca suratmu dengan secangkir kopi memang begitu nikmat, tak mampu berhenti :)
Post a Comment