Rasa itu merambati diri, mengakar di
hati ini…
Sudah Februari rupanya. Januari berlalu
begitu cepatnya. Memasuki angka tiga satuan bulan, kita bersama. Walau sebenarnya
aku tidak suka menghitung, aku tidak suka dengan angka. Angka hanya membohongi,
angka cenderung memanipulasi, angka seringkali membuat sakit hati, angka itu
menyilaukan. Iya, benar angka sangat membuat sakit hati.
Ketahuilah saat ini aku sedang
membuka menu pictures di blackberry bututku. Memandangi potret wajahmu dalam
bingkai foto keluarga. Kamu, dua kakakmu, dan ayahmu. Perlahan bibirku tertarik
ke kanan dan ke kiri. Menciptakan lekuk yang melegakan hati, dan bersyukur sekali.
Lalu ku geser, berpindah potret selanjutnya, masih dengan lekuk bibir yang
sama. Beberapa foto aku tersenyum, beberapa menyeringai, dan tepat pada foto
itu… foto dimana ada pantulan wajahku dan dia… aku terdiam sebentar, terlintas
aku ingat angka empat dalam satuan tahun yang terlewati, bersamanya… aku
menjadi sulit bernafas, meringis, miris… angka empat, satuhan tahun yang kini
sudah tidak lagi.
Tak berlama aku memandangi foto
itu, aku menggeser track pad untuk kembali melihat potret wajahmu. Lagi-lagi
lekuk melegakan itu tercipta. Rasanya berbeda, seperti kau sedang makan permen
yang meledak-ledak di mulut, tapi ini meledak-ledak di hati. Meskipun umur
hubungan masih pada angka tiga pada satuan bulan, aku cukup bahagia, aku cukup
mendapat banyak pelajaran, dari kebersamaan kita. Hingga, aku menyadari bahwa
detik Tuhan memang tidak pernah terlambat ataupun tidak pernah terlalu cepat. Terimakasih
sudah menggenggam tanganku untuk menopangku berdiri, terimakasih telah
mengajarkanku belajar memaknai, terimakasih telah bersama menciptakan
lekuk-lekuk melegakan itu berulang kali. Aku ingin menciptakannya, lagi. Lagi. Lagi.
Lagi… bersamamu…
Dan terimakasih lagi telah
menyadarkanku bahwa angka tidak akan menentukan intensitas lekuk melegakan yang
tercipta. Angka hanya sebatas bagaimana kita memaknainya.
Terimakasih untuk lekuk-lekuk
melegakan, teruslah bersama menciptakan angka dan satuan berikutnya dalam
kebersamaan @GalihSatriyaa ({ })
1 comments:
menyentuh, suka sama pemilihan katanya :)
Post a Comment