Saturday, 1 February 2014

angka dan satuan


Rasa itu merambati diri, mengakar di hati ini…
Sudah Februari rupanya. Januari berlalu begitu cepatnya. Memasuki angka tiga satuan bulan, kita bersama. Walau sebenarnya aku tidak suka menghitung, aku tidak suka dengan angka. Angka hanya membohongi, angka cenderung memanipulasi, angka seringkali membuat sakit hati, angka itu menyilaukan. Iya, benar angka sangat membuat sakit hati.
Ketahuilah saat ini aku sedang membuka menu pictures di blackberry bututku. Memandangi potret wajahmu dalam bingkai foto keluarga. Kamu, dua kakakmu, dan ayahmu. Perlahan bibirku tertarik ke kanan dan ke kiri. Menciptakan lekuk yang melegakan hati, dan bersyukur sekali. Lalu ku geser, berpindah potret selanjutnya, masih dengan lekuk bibir yang sama. Beberapa foto aku tersenyum, beberapa menyeringai, dan tepat pada foto itu… foto dimana ada pantulan wajahku dan dia… aku terdiam sebentar, terlintas aku ingat angka empat dalam satuan tahun yang terlewati, bersamanya… aku menjadi sulit bernafas, meringis, miris… angka empat, satuhan tahun yang kini sudah tidak lagi.
Tak berlama aku memandangi foto itu, aku menggeser track pad untuk kembali melihat potret wajahmu. Lagi-lagi lekuk melegakan itu tercipta. Rasanya berbeda, seperti kau sedang makan permen yang meledak-ledak di mulut, tapi ini meledak-ledak di hati. Meskipun umur hubungan masih pada angka tiga pada satuan bulan, aku cukup bahagia, aku cukup mendapat banyak pelajaran, dari kebersamaan kita. Hingga, aku menyadari bahwa detik Tuhan memang tidak pernah terlambat ataupun tidak pernah terlalu cepat. Terimakasih sudah menggenggam tanganku untuk menopangku berdiri, terimakasih telah mengajarkanku belajar memaknai, terimakasih telah bersama menciptakan lekuk-lekuk melegakan itu berulang kali. Aku ingin menciptakannya, lagi. Lagi. Lagi. Lagi… bersamamu…
Dan terimakasih lagi telah menyadarkanku bahwa angka tidak akan menentukan intensitas lekuk melegakan yang tercipta. Angka hanya sebatas bagaimana kita memaknainya.
Terimakasih untuk lekuk-lekuk melegakan, teruslah bersama menciptakan angka dan satuan berikutnya dalam kebersamaan @GalihSatriyaa ({ })

1 comments:

Unknown said...

menyentuh, suka sama pemilihan katanya :)

Post a Comment

 
 
Copyright © que sera sera
Blogger Theme by BloggerThemes Design by Diovo.com